Selasa, 24 Safar 1441 H | 22 Oktober 2019

PEKANBARU - Hampir setiap pagi, asap bercampur kabut kembali muncul di permukaan menyelimuti kota Pekanbaru. Meski demikian, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menjelaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir karena nilai PM10 masih menunjukkan angka positif.

Prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru Gita Dewi Siregar menjelaskan, kondisi tersebut dapat dilihat dari kelembaban udara yang cukup tinggi di Kota Pekanbaru ditambah dengan masih terpantaunya titik api di Riau.

"Sehingga menyebabkan kalau pagi asap dan kabut bercampur udara, biasanya terjadi pas pagi dan siang akan hilang," ujarnya.

Gita menambahkan, suhu udara di Riau saat ini berada pada 22.0-33.0°C dan kelembaban udaranya mencapai 55 sampai 98%, sedangkan arah angin bergerak dari Tenggara ke Barat Daya berkisar pada 10 sampai 20 KM per jam.

"Info tinggi gelombang untuk perairan di Riau pada umumnya berkisar antara 0.5 sampai 1.25 meter," ungkap Gita.

Kabut yang muncul setiap pagi tersebut sejauh ini belum membahayakan bagi kesehatan masyarakat. Namun, jika masyarakat ingin selalu mendapatkan update-an informasi terkait kondisi udara di Pekanbaru dan daerah lainnya dapat langsung mengakses websitenya BMKG.

"Akan di update secara berkala silahkan kunjungi bmkg.go.id," katanya. (MCR/IP)

Berita Terkait

Info MC Riau Titik panas (Hotspot) update 22/10/19 pukul 06.00 WIB, Jambi = 2 , Lampung = 19, Sumsel = 126, Babel = 11 , Riau = Nihil MC Riau Berikut Rekapitulasi Luas Lahan Terbakar di Kab/Kota se-Provinsi Riau pertanggal 4-10-2019 (Sumber PUSDATIN BPBD Prov. Riau) :Rohul : 89,25 Ha, Rohil : 1.939,45 Ha, Dumai : 351,75 Ha, Bengkalis : 1.907,34 Ha, Meranti : 368,5 Ha, Siak : 867,87 Ha, Pekanbaru : 280,11 Ha, Kampar : 352,03 Ha, Pelalawan : 548,2 Ha, Inhu : 1.172,3 Ha, Inhil : 1.071,85 Ha, Kuansing : 20.1 Ha