Selasa, 24 Safar 1441 H | 22 Oktober 2019

PEKANBARU - PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Tengah (Sumbagteng) telah berhasil menyelesaikan dua proyek ketenagalistrikan melalui UPPJ Jambi yang telah mengoperasikan Gardu Induk 150 kV New Aur Duri dan UPPJ Riau Kepri telah berhasil mengoperasikan jaringan transmisi 150 kV Garuda Sakti-Pasir Putih.

Untuk jalur SUTT 150kV Garuda Sakti - Pasir Putih yang dikelolah oleh UPPJ Riau Kepri menepuh jarak sejauh 31,4 Km dengan 107 tower. Pembangunan Jalur SUTT yang dimulai tahun 2011 ini, akhirnya dapat Energize pada Selasa (08/10/2019) pada pukul 22.05 WIB. Penyelesaian pembangunan jalur ini terwujud atas koordinasi maupun dukungan-dukungan serta kerja sama dari semua pihak yang terlibat.

"Kami sangat berterima kepada semua pihak yang terlibat karena Jalur Garuda Sakti - Pasir Putih, semua ini tidak akan bisa selesai tanpa ada dukungan semua stakeholder, baik itu dari pemerintah daerah maupun tokoh-tokoh masyarakat yang dilibatkan dalam hal ini," kata Manager PT PLN (Persero) UPPJ Riau Kepri, Eriza Mulhadi kepada mediacenter.riau.go.id di Pekanbaru, Rabu (9/10/2019).

Ia juga menyampaikan bahwa kerja tim sangat mendukung penyelesaian jalur ini, bersama kontraktor PT Rekadaya yang didukung oleh PT Spectrum, PT Bangkit Ikhlas Madani serta pengawasan tim UPPJ Riau Kepri kami bekerja secara maksimal dan menjamin kenyamanan pekerja yang bekerja dengan resiko yang tinggi.

Pengerjaan jalur SUTT Garuda Sakti-Pasir Putih yang hampir 10 tahun ini, tentunya juga memiliki kendala dilapangan, kendala yang banyak ditemukan adalah permasalahan sosial, karena jalur ini menghubungkan antara Gardu Induk Garuda Sakti dan Gardu Induk Pasir Putih yang melewati banyak perumahan, dengan kondisi masyarakat yang belum terudukasi terhadap pentingnya infrastruktur tenaga kelistrikan, sehingga dalam proses pembangunannya PT PLN (Persero) UPPJ Riau Kepri juga melakukan sosialisasi untuk mengedukasi masyarakat.

Lanjut Eriza, dengan adanya pembangunan Transmisi 150 kV Garuda Sakti-Pasir Putih sistem akan semakin handal dalam melayani kebutuhan listrik masyarakat Provinsi Riau.

"Dengan tersambungnya jalur ini tenaga akan lebih maksimal karena beban jalur yang lama berkurang dengan adanya jalur baru ini," ujarnya.

Di samping itu, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumbagteng juga melaksanakan pembangunan infrasturuktur ketenagalistrikan di empat provinsi antara lain Sumatera Barat, Jambi, Riau dan Kepulauan Riau.

Sementara, PT PLN (Persero) UPPJ Jambi juga telah mengoperasikan Gardu Induk 150 kV New Aur Duri. Pengoperasian system ini melalui dua tahapan cut off yang dilaksanakan cut off pertama pada tanggal 30 September 2019 dan dilanjutkan yang kedua kali pada tanggal 6 Oktober 2019.

"Dengan beroperasinya Gardu Induk 150 kV New Aur Duri ini bermanfaat sebagai evakuasi daya dan menjadi perkuatan system ketenagalistrikan di provinsi jambi yang meningkatkan keandalan sistem ketenagalistrikan di provinsi Jambi," ungkap Manager PT PLN (Persero) UPPJ Jambi, Eko Rahmiko.

Ia juga menjelaskan untuk Gardu Induk 150kV New Aur Duri sudah dikerjakan dari tahun 2017 yang energize tanggal 30 September, secara beban Gardu Induk 150 kV New Aur Duri ini punya kemampuan 60 MPa. Sehingga bisa melayani masyarakat sekitar gardu induk sendiri maupun masyarakat Provinsi Jambi.

"Secara spesifik memang yang energize pada beberapa waktu yang lalu yang 150kV fokus untuk wilayah sekitaran Gardu Induk dan wilayah Jambi. Namun juga akan ada GI 275kV yang nanti berkaitan dengan evakuasi pembangkit, evakuasi pembangkit ini dari pembangkit besar sumatera selatan masuk ke Gardu Induk ini. Terus kita sebarkan lagi ke wilayah-wilayah Jambi lebih juga bisa sampai ke Sumatera Barat atau sampai Riau," sambungnya.

Ia menambahkan, bahwa untuk proyek ini ada dua kontrak yaitu kontrak tegangan 500kV tersendiri dan kontrak tegangan 150kV dan 275kV. Gardu Induk dengan sistem tegangan 150 kV dan 275kV semula dikerjakan oleh PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sumatera Bagian Selatan namun terhitung sejak (1/8/2019) dipindahkan ke UIP Sumatera Bagian Tengah untuk memudahkan koordinasi, karena jambi berada di daerah UIP Sumatera Bagian Tengah, sehingga kordinasi dengan stakeholder lebih mudah terjalin. (Mcr/rat)

Berita Terkait

Info MC Riau Titik panas (Hotspot) update 22/10/19 pukul 06.00 WIB, Jambi = 2 , Lampung = 19, Sumsel = 126, Babel = 11 , Riau = Nihil MC Riau Berikut Rekapitulasi Luas Lahan Terbakar di Kab/Kota se-Provinsi Riau pertanggal 4-10-2019 (Sumber PUSDATIN BPBD Prov. Riau) :Rohul : 89,25 Ha, Rohil : 1.939,45 Ha, Dumai : 351,75 Ha, Bengkalis : 1.907,34 Ha, Meranti : 368,5 Ha, Siak : 867,87 Ha, Pekanbaru : 280,11 Ha, Kampar : 352,03 Ha, Pelalawan : 548,2 Ha, Inhu : 1.172,3 Ha, Inhil : 1.071,85 Ha, Kuansing : 20.1 Ha