Selasa, 24 Safar 1441 H | 22 Oktober 2019

Pekanbaru- Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar menjadi pemateri dalam acara Kuliah Umum bersama Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau yang di laksanakan di gedung Islamic Center, Kamis (10/10/2019).

Kuliah umum tersebut diberi tema "Sistem Ekonomi Syariah Menuju Riau Lebih Baik"

(Tantangan dan peluang alumni Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau)

Gubernur Riau (Gubri), Syamsuar  menyambut baik diadakannya kuliah umum ini mengingat persaingan kedepan semakin berat.

Dalam keseampatan itu, yang menjadi bahan materinya yakni Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia.
Ia menyampaikan bahwa itu telah ditetapkan sesuai Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 91 Tahun 2019 tentang Komite Nasional Keuangan Syariah.

Dengan demikian, ia berharap mahasiswa UIN Suska Riau yang telah mengambil jurusan Syariah bisa masuk dan memanfaatkan serta bisa mengembangkan ekonomi syariah di tanah air.
"Masterplan Ekonomi Syariah sebagai wujud komitmen pemerintah untuk serius mengembangkan ekonomi dan ekonomi syariah di Indonesia," lanjutnya, Kamis (10/10).

Ia membeberkan ada empat strategi utama sebagai terobosan pertumbuhan ekonomi syariah yakni, pertama, penguatan halal, dengan fokus pada sektor yang dinilai berpotensi dan berdaya saing. Kedua, penguatan sektor keuangan syariah dengan rencana induk yang sudah dituangkan dalam Masterplan Aksitektur Keuangan Syariah Indonesia (MAKSI) yang sebelunnya sudah disempurnakan dalam rencana induk.
Ketiga, penguatan sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM) sebagai penggerak utama bleaching yang sekarang kita kembangkan di Riau, seperti usaha kecil yang bergerak memajukan wisata halal.
"Sehingga nanti kita tidak kalah bersaing dengan wisata halal yang ada di dunia," terangnya.
Terakhir, penguatan di bidang ekonomi digital yang utamanya perdagangan yang lagi buming sekarang e-comerse, market place, dan keuangan atau teknolohgi sehingga dapat mendorong akselerasi pencapaian strategi lain. 

"Empat terobosan ini harus serius dijalankan demi pencapaian ekonomi syariah yang berkembang dan berdaya saing," tutupnya. (MCR/NV).

Berita Terkait

Info MC Riau Titik panas (Hotspot) update 22/10/19 pukul 06.00 WIB, Jambi = 2 , Lampung = 19, Sumsel = 126, Babel = 11 , Riau = Nihil MC Riau Berikut Rekapitulasi Luas Lahan Terbakar di Kab/Kota se-Provinsi Riau pertanggal 4-10-2019 (Sumber PUSDATIN BPBD Prov. Riau) :Rohul : 89,25 Ha, Rohil : 1.939,45 Ha, Dumai : 351,75 Ha, Bengkalis : 1.907,34 Ha, Meranti : 368,5 Ha, Siak : 867,87 Ha, Pekanbaru : 280,11 Ha, Kampar : 352,03 Ha, Pelalawan : 548,2 Ha, Inhu : 1.172,3 Ha, Inhil : 1.071,85 Ha, Kuansing : 20.1 Ha