Sabtu, 27 Rabiul Awwal 1441 H | 23 November 2019

PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau berhasil memecahkan Rekor Dunia atas Deklarasi Anti Narkoba dengan Menyanyikan Dendang Melayu Peserta Terbanyak. Adapun pemecahan rekor tersebut dilaksanakan di Halaman Kantor Gubernur Riau, Minggu (27/10/2019).

Acara tersebut merupakan Deklarasi pelantikan 3.500 Relawan Anti Narkoba dan Pencanangan Desa Bersinar Se-Provinsi Riau, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama Korem 031/Wira Bima (WB) dan Polda Riau berkomitmen memberantas peredaran gelap dan penyalahgunaan Narkoba di Bumi Lancang Kuning.

Acara ini dimulai dengan senam bersama dilanjutkan dengan deklarasi yang dipimpin langsung oleh Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar kemudian di lanjutkan dengan menyanyikan Lagu Mars Anti Narkoba selanjutnya pelepasan balon dan di akhiri penyerahan Piagam Rekor Dunia Muri kepada Pemerintah Provinsi Riau.

Dalam sambutannya Gubri menyampaikan bahwa Narkoba merupakan salah satu faktor penyebab kehancuran Bangsa. Kondisi Indonesia saat ini, ujarnya, sudah Darurat Narkoba. Untuk itu seluruh komponen masyarakat harus ikut serta memberantasnya.

Lebih lanjut ia mengajak seluruh masyarakat Riau melalui Deklarasi Riau Anti Narkoba dan Pencanangan Desa Bersih Narkoba (Bersinar) ini untuk bersama-sama memberantas dan mencegah peredaran Narkoba, mulai dari Desa-desa agar generasi muda Riau terbebas dari Narkoba.

“Saya mengapresiasi Kegiatan ini karena Narkoba merupakan Musuh kita bersama yang harus kita musnahkan. Narkoba saat ini sudah menyasar kepada Generasi Muda sebagai Generasi Penerus Bangsa. Seperti kita ketahui bersama para Bandar Narkoba sudah memanfaatkan anak-anak sebagai sarana untuk mengedarkan Narkoba," jelasnya.

Di lain pihak, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia Komisaris Jenderal (Komjen) Polisi Heru Winarko mengatakan bahwa dirinya bangga bisa bersama-sama dengan Gubernur dan masyarakat Riau dalam acara Deklarasi Anti Narkoba ini.

"Pada tahun 2035 dan 2040 kita akan mendapatkan Bonus Demografi, Bonus demografi adalah Jumlah penduduk yang produktif lebih banyak dari pada yang tidak produktif," ungkap Heru.

Bonus Demografi ini, lanjutnya, merupakan yang disampaikan Presiden Joko Widodo akan menjadi 4 atau 5 ekonomi dunia.

Oleh karenanya, Heru berpesan agar jangan sampai Bonus Demografi tersebut menjadi bencana Demografi, karena generasi mudanya menggunakan Narkoba.

"Kita telah mendeklarasikan Desa Bersinar ini agar desa-desa kita bisa perkuat, kepala desa kita perkuat, babinsa dan Stakholder lainnya kita perkuat, kita terus melakukan kerja sama, kordinasi dan pelatihan," tutupnya.

Turut hadiri dalam acara tersebut antara lain Danrem 031/WB Brigjen TNI Mohammad Fadjar, Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Iman Efendi, Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Ronny Irianto Moningka, Kadispora Riau Doni Aprialdi, Kepala BNNP Riau Brigjen Pol Untung Subagyo, seluruh Kepala OPD lingukungan Pemprov Riau, serta ormas, penyuluh Narkoba, masyarakat, mahasiswa dan para pelajar. (MCR/AFQ)

Berita Terkait