Sabtu, 27 Rabiul Awwal 1441 H | 23 November 2019

PEKANBARU - Gubernur Riau Syamsuar selaku Kepala Daerah provinsi Riau, Sabtu (02/11) sore, menyampaikan Nota Pengantar Keuangan Raperda APBD Tahun Anggaran 2020 ke DPRD Riau. Total anggaran mencapai Rp 12,379 triliun, naik 30,38 persen dari APBD 2019 Rp 9,494 triliun.

Penyampaian dirangkai dalam rapat Paripurna yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Riau Zukri Misran didampingi Wakil Ketua DPRD Riau Asri Auzar. Turut hadir Forkopimda, para Asisten, 34 orang Anggota Dewan, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan Rektor Universitas.

Dengan rinci disampaikan, pendapatan direncanakan sebesar Rp 7,892 triliun terdiri dari  PAD Rp 3,919 triliun atau sekitar Rp 49,66 persen dari total proyeksi pendapata TA 2020.  Tencana penerimaan PAD akan diperoleh pendapatan pajak daerah Rp 3,365 triliun, retribusi daerah Rp21,399 miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah Rp 143,703 miliar dan lain PAD yang sah Rp388,888 miliar. Dana perimbangan mencapai Rp3,954 ttiliun atau 50,11 persen dari total pendapatan.

"Belanja tidak langsung Rp 4,196 triliun, turun Rp 1,176 triliun dibandingkan APBD 2019 Rp 5,376 triliun. Belanja bagi hasil Kabupaten/Kota Rp 1,517 triliun, naik Rp 95,142 miliar daribAPBD 2019 RP 1,422 triliun. Belanja langsung Rp 8,182 triliun, naik Rp 4,064 triliun atau 98,73 persen dari APBD 2019 sebesar Rp 4,117 triliun," tambah Gubri sembari menyebutkan terjadi devisit anggaran Rp 4,486 triliun atau 56,84 persen dari total pendapatan. (MCR/Ch)

Berita Terkait