Senin, 22 Rabiul Awwal 1441 H | 18 November 2019

PEKANBARU - Kepolisian Daerah (Polda) Riau akan memperkuat tim media sosial dan media online agar pengguna dunia maya terhindar dari ancaman negatif dampak media sosial.

Hal ini terungkap dalam workshop yang bertemakan "penguatan tim media sosial dan media online oleh Divisi Humas Polri di wilayah hukum Polda Riau".

Workshop ini ditaja Divisi Humas Mabes Polri langsung kepada peserta (anggota Polri) khususnya di wilayah hukum Polda Riau di Novotel Pekanbaru, Rabu (6/11/19).

Wakil Kepala Polisi Daerah (Wakapolda) Riau, Brigjen Pol SY Hermawan mengatakan bahwa pihaknya ingin pengguna media sosial yang negatif akan berkurang sedangkan yang positif semakin meningkat.

Menurut Wakapolda, Polri sebagai penyaringnya (filter) media sosial supaya tidak mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat khususnya di wilayah Polda Riau.

"Tujuannya itu, Polri dapat menjaring itu semua. Makanya kita minta ilmunya tersebut dari Divisi Humas Mabes Polri," ungkap Wakapolda.

Hal senada disampaikan Analis Kebijakan Madya Bidang Penmas Divhumas Polri, Kombes Pol Yusri. Menurut dia, agenda ini untuk melatih lebih mendalam bagi para anggota di wilayah masing-masing.

"Yang paling utama dalam agenda ini, bagaimana agar para anggota menjadi satu dalam sebuah komonitas," sambung Yusri.

Yusri mengajak pegiat media sosial seperti masyarakat dan mahasiswa yang hobi media sosial supaya bijak dalam menggunakan dan mengaplikasikan media sosial.

"Karena kita ketahui, kadang-kadang dengan dua jari ini, bisa menjadi bumerang bagi pegiat media sosial, sehingga bisa juga mengarah pada Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE)," tutupnya. (MCR/NV)

Berita Terkait