Ahad, 12 Zulqaidah 1445 H | 19 Mei 2024

PELALAWAN - Pemerintah Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, bersama Pusat Tekhnologi Produksi Pertanian (PTPP) menyatakan kesepahaman lewat nota resmi (MoU) untuk pengembangan teknologi peternakan sapi Australia di daerah ini.

Penandatanganan kerjasama yang di pusatkan di ruang rapat Kantor Bupati Pelalawan pada Senin (28/4) dengan dihadiri Direktur PTPP Pusat Ir Nenie Yuistiningsih M.Sc, Deputi Tekhnologi Agro Industri dan bio teknology (TAB) BPPT Pusat Dr Ir Listiyani W Sedangkan dari Pemkab Pelalawan dihadiri oleh Bupati Pelalawan M Harris, Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Pelalawan Ir Wahidudin M.Si, Kepala Bappeda Ir Syahrul Syarif, Asisten Bidang Administrasi Pembangunan Setdakab Pelalawan Drs H Atmonadi M.Si dan para undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Harris mengatakan, pertemuan yang dilakukan hari ini merupakan lanjutan dari pertemuan Pemkab Pelalawan dan Badan Pengkajian dan Penerapan Tekhnologi BPPT saat berada di Australia. Dimana Pemkab Pelalawan menyatakan keseriusan untuk melakukan pengembangan tekhnologi ternak sapi Australia di lahan Tekhnopolitan.

Pemkab Pelalawan bersama BPPT kata dia sejak lama telah melakukan pengkajian soal pengembangan Tekhnologi sapi import asal Australia di Pelalawan.

Teknologi ini menurut dia diterapkan juga seiring dengan persiapan Pelalawan dalam membuka lahan kawasan Tekhnopolitan sebagai tempat riset dan pengembangan produksi melalui tekhnologi.
"Sedangkan lahan di kawasan Tekhnopolitan Pelalawan sangat memenuhi aspek untuk pengembangan ternak sapi. Untuk itu, maka pada tahap awal ini, sebanyak 30 sapi Australia akan didatangkan guna merealisasikan teknologi ini. Namun demikian, Untuk lokasi awal teknologi peternakan ini, sepenuhnya akan diserahkan kepada Disnak Pelalawan," ujarnya.

Sementara itu, Deputi TAB - BPPT (Tkhnologi Agro Industri dan bio teknology) Pusat, Dr Ir Listiyani W mengungkapkan, Pemkab Pelalawan sangat serius dan peduli dengan pengembangan tekhnologi.

"Kami bersama Pemkab Pelalawan sudah bersama-sama membahas kawasan tekhnopolitan. Sedangkan kawasan Teknopolitan ini dinilai sangat potensial dalam pengembangan produksi sapi berbasis tekhnology," tegasnya.

Disinggung terkait pakan dari limbah industri sawit, Deputi TAB - BPPT ini mengungkapkan, bahwa saat ini masalah tersebut masih dalam kajian dan akan menjadi prioritas dimana tata pelaksanaannya masih digodok di Kementerian pertanian.

"Tidak diragukan lagi potensi produksi perkebunan sawit di Pelalawan cukup besar yang mejadi salah satu keunggulan industri hilir dalam pembangunan kawasan Tekhnopilitan. Namun, limbah industri sawit yang akan digunakan sebagai pakan ternak perlu menjadi prioritas untuk mengurangi emisi serta menangkis isu Black campaigne. Dan kita tentunya sangat apresiasi kepada Pemkab Pelalawan," pungkasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Dr Ir Listiyani W Deputi TAB - BPPT datang dengan 3 orang ahli ternak, menyampaikan persentasi pengembangan ternak sapi import.

Sedangkan dari Pemkab Pelalawan, Bupati Pelalawan M Harris didampingi oleh tim yakni Asisten Administrasi bidang pembangunan Setdakab Pelalawan Drs Atmonadi M.Si, Kepala Bappeda Ir Syahrul Syarif, Kadisnak T Wahidudin M.Si, Kabag Humas Drs Farid Mukhtar dan sejumlah staff Bappeda dan Disnak Pelalawan. (MC Riau/Iin)

Info Lainnya

info riau sepekan 1

Info Riau

Berita & Info Lainnya

Podcast Dsikominfotik Riau

Gubernur Corner (29 Januari 2022)

Gubernur Corner (15 Januari 2022)

Gubernur Corner (8 Januari 2022)

Gubernur Corner 25 Desember 2021

Gubernur Corner ( 06 November 2021 )

Gubernur Corner ( 30 Oktober 2021)

Gubernur Corner

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner ( 09 Oktober 2021 )

KPU Pelalawan Distribusikan Logistik Pemilu 2024

Sabtu, 10 Februari 2024 | 22:31:24 WIB

Rumah Dinas Kadis di Pelalawan Jadi Posko Banjir

Senin, 15 Januari 2024 | 07:52:41 WIB

Ngungsi di Posko Banjir, Warga: Kami Sangat Diperhatikan

Ahad, 14 Januari 2024 | 20:25:59 WIB