Kamis, 16 Rabiul Akhir 1441 H | 12 Desember 2019

Info

PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar Upacara Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-55 Tahun 2019 di halaman Kantor Gubernur Riau, Jumat (22/11/2019).

Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Provinsi Riau Ahmad Syah Harrofie yang bertindak sebagai inspektur upacara membacakan sambutan tertulis Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto.

Dalam amanatnya, Ahmad Syah mengatakan bahwa tema Hari Kesehatan Nasional tahun ini adalah Generasi Sehat Indonesia Unggul, sebagaimana yang telah diamanatkan oleh Presiden Republik Indonesia dalam kurun lima tahun mendatang, pemerintah akan memprioritaskan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).

Sesuai arahan Presiden ini ada dua isu kesehatan yang utama terkait dengan SDM yang berkualitas, yaitu stunting dan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Sedangkan dua isu kesehatan lainnya yang harus diatasi yaitu tingginya harga obat dan alat kesehatan serta masih rendahnya penggunaan alat kesehatan produksi dalam negeri.

"Hal tersebut akan menjadi fokus perhatian kita bersama untuk segera diupayakan solusinya," ucap Ahmad Syah saat membacakan amanat Menteri Kesehatan.

Masih dalam Sambutan tertulisnya, Menteri Kesehatan juga mengapresiasi kinerja pejabat sebelumnya yang ditandai peningkatan Indeks Pembangunan Manusia Indonesia dengan salah satu ukurannya adalah bertambahnya usia harapan hidup. Prestasi lain adalah penurunan hampir 10 % angka stunting di Indonesia selama 5 tahun terakhir, juga isu strategis bidang kesehatan lainnya yang telah menampakkan hasil antara lain menurunnya angka kematian ibu dan anak, meningkatnya cakupan imunisasi serta berhasilnya pengendalian penyakit menular dengan menurunnya angka tuberkulosis.

Tantangan besar yang dihadapi dalam penyelenggaraan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ini adalah peningkatan pemanfaatan JKN menunjukkan bahwa JKN sangat dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia.

"Untuk itu mari dicari solusinya untuk mengatasi masalah yang dihadapi JKN dalam memfasilitasi masyarakat untuk mendapatkan akses kesehatan yang lebih adail dan merata," ucapnya yang mengutip sambutan Menteri Kesehatan.

Tentang program kesinambungan pembangunan bidang kesehatan yang telah dicanangkan sebelumnya, yaitu tiga pilar yaitu paradigma sehat, penguatan akses pelayanan kesehatan dan penyediaan biaya JKN, dengan mengusung kegiatan promotif dan preventif melalui program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat, Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga serta  Nusantara Sehat.

Menteri Kesehatan juga telah merencanakan untuk melakukan inovasi dalam percepatan pembangunan kesehatan tanpa harus melanggar peraturan yang ada termasuk tata kelola Badan Pengelola Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan serta penyediaan obat dan alat lokal kesehatan yang murah dan berkualitas. (MCR/Msa)

Berita Terkait