Sabtu, 18 Rabiul Akhir 1441 H | 14 Desember 2019

Info

internet

PEKANBARU - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau dengan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Tengah menggelar perjanjian kerjasama. Kerjasama yang dilakukan meliputi pembangunan jaringan listrik desa yang melintas di kawasan konservasi.

Demikian diungkapkan Kepala BBKSDA Riau, Suharyono, Kamis (21/11/19). Menurutnya, program jaringan listrik desa melintasi kawasan konservasi di wilayah kerja Balai KSDA Riau dengan Luas Total ± 74,619 hektar.

"Pembangunan jaringan listrik desa melintasi kawasan konservasi seperti di Suaka Margasatwa SM Bukit Rimbang Bukit Baling Kabupaten kampar (± 22,866 ha), SM Balai Raja Kabupaten Bengkalis (± 38,169 ha), SM PLG Sebanga Bengkalis (± 13,444 ha), dan SM Giak Siak Kecil Kabupaten Bengkalis dan kabupaten Siak (± 0,14 ha)," terang Suharyono.

Suharyono menerangkan, ruang lingkup kerja sama meliputi perencanaan, pelaporan ,monitoring dan evaluasi kerjasama, pengembangan wisata alami, resolusi konflik manusia dengan satwa liar, pembangunan dan pengelolaan jaringan listrik 150 kV melintasi TWA Sungai Dumai, Pembangunan/pengelolaan jaringan listrik 20 kV melintasi SM bukit Rimbang Bukit Baling, SM Balai Raja , SM PLG Sebanga dan SM Giam Siak Kecil.

"Perjanjian kerjasama antara BBKSDA Riau dengan PLN Program Listrik desa (Lissa) Merupakan bentuk dukungan BBKSDA Riau terhadap  program Nawacita Pemerintah dan PT PLN (Persero) untuk dapat melistriki desa dan dapat mencapai rasio desa 100 % di seluruh Indonesia pada tahun 2019," terang Suharyono.

Persetujuan Amandemen Kerja Sama Pembangunan strategis Yang Tidak Dapat dielakan tersebut menurut Suharyono adalah dalam rangka pembangunan dan pengelolaan Jaringan Listrik 20 kV di SM Bukit Rimbang Bukit Baling, SM Balai Raja, SM PLG Sebanga dan SM Giak Siak Kecil. (MCR/mtr)

Berita Terkait