Selasa, 25 Jumadil Akhir 1441 H | 18 Februari 2020

Info

PEKANBARU - Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Riau, Jonli dengan lantang mengakui kalau besaran UMK (Upah Minimim Kabupaten/Kota) di 12 Kabupaten/Kota yang ada di Riau sudah mengikuti formula nasional yaitu naik sebesar 8,51 persen dari tahun 2019. Sesuai jadwal 21 November 2019 akan ditandatangani oleh Gubernur Riau dalam pengesahannya.

"Sebelumnya memang ada tiga Kabupaten/Kota yang belum yaitu Bengjalis. Siak dan Kota Dumai. Tapi setelah rapat dewan pengupahan kembali, hari ini sudah clear. Mengikuti formula nasional. Insya Allah hari ini seluruhnya akan ditandatangani oleh Gubernur dalam pengesahannya," sebut Jonli, Kamis (31/11) di DPRD Riau dalam salah satu agenda yang dihadirinya.

Lebih jauh dijelaskan juga oleh Jonli, mengenai besaran ini memang naik sebesar 8,51 persen dari tahun sebelumnya. Tapi besaran rupiahnya beda-beda tiap Kabupaten/Kota. Tergantung dari besaran atau hitungan kebutuhan layak hidup yang ada di Kabupaten/Kota tersebut. 

"Semakin tinggi kebutuhan layak hidup di daerah tersebut, maka semakin besar juga UMK-nya," tambah Jonli.

Sementara itu disampaikan juga, sebelumnya untuk UMP (Upah Minimum Provinsi) Riau tahun 2020 sudah juga ditetapkan yaitu sebesar Rp 2.888.564. Besaran UMP Riau ini juga menjadi dasar dalam penetapan UMK di 12 Kabupaten/Kota. (MCR/Ch)

Berita Terkait