Sabtu, 18 Rabiul Akhir 1441 H | 14 Desember 2019

Info

PEKANBARU - Legislator Riau dari Fraksi Gerindra yang juga jabat salah seorang Wakil Ketua DPRD Riau, Hardiyanto menyebutkan, mundurnya UAS (Ustadz Abdul Somad) dari PNS pertanda dirinya sosok seorang yang bertanggung jawab. Dirinya tidak mau tugasnya selaku abdi negara terganggu dengan sosok dirinya sebagai pendakwah.

"Sebetulnya ini suatu pilihan yang berat dan sangat disayangkan oleh kita semua anak Riau. Karena bagaimanapun sosok seorang UAS itu sudah jadi magnet atau kebanggan bagi UIN dan masyarakat Riau secara umum. Tapi ini sudah pilihan beliau dan saya rasa ini bentuk sikap tanggung jawab beliau yang tentu sebagai pendakwah akan menganggu waktunya sebagai PNS atau dosen," sebutnya, Sekasa (26/11).

Jadi menurut Dapil Bengkalis-Meranti-Kota Dumai ini lagi, dipandang bertanggung jawabnya sosok UAS karena dirinya selama ini sedikit banyaknya pasti banyak meniggalkan jam-jam sebagai dosen di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim II (UIN Suska) dengan profesinya juga sebagai pendakwah. Tidak saja diseluruh penjuru Indonesia bahkan mancanegara. 

"Dengan berhenti jadi PNS tentu dia lebih fokus berdakwah atau tidak merugikan pihak lain," tambahnya.

Sementara itu menurut Hardiyanto juga, walau sudah keluar jadi PNS sesuai kemauannya, sebaiknya pihak UIN menjadikan UAS sebagai dosen terbang saja. Jadi UAS masih tetap bisa mengabdi di UIN, tapi tidak lagi seperti dosen biasa. Tapi dipanggil sewaktu-waktu saja dalam memberikan perkuliahan, baik kuliah umum dan lainnya. 

"UIN bisa saja menjadikan dosen terbang saja, panggil sewaktu-waktu saja," katanya lagi. (MCR/Ch)

Berita Terkait