Kamis, 16 Rabiul Akhir 1441 H | 12 Desember 2019

Info

PEKANBARU - Setiap tanggal 1 Desember diperingati sebagai Hari Acquired Immuno Deficiecy Syndrome (AIDS) Sedunia.

Tujuan peringatan Hari AIDS Sesunia adalah untuk menumbuhkan kesadaran yang lebih besar tentang dampak AIDS terhadap keluarga, bukan hanya kelompok yang selama ini distigmatisasi.

Stigma tertentu masih melekat terhadap penderita Human Immunodeficiency Viru / Acquired Immuno Deficiecy Syndrome (HIV/AIDS) di Masyarakat.

Hal itu pula yang diungkapkan Wakil Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi saat menghadiri undangan Organisasi Perubahan Sosial Indonesia (OPSI) Provinsi Riau, Minggu (1/12/19).

"Selamat Hari AIDS Sedunia, mari sama-sama kita stop HIV dengan cara jauhi penyakitnya bukan orangnya," ujarnya.

Menurutnya, sampai saat ini masih banyak stigma dan diskriminasi bagi orang HIV/AIDS.

Sementara itu, Koordinator OPSI Riau, Ruli Ramadhani berharap organisasinya itu bisa menekan angka stigma dan diskriminasi pada kelompok minoritas yang terpapar HIV dan beresiko lainnya.

"Sebagai manusia yang hidup berdampingan, mari sama-sama hidup saling menghargai dan jangan memandang manusia lain dari latar belakangnya," ucap Ruli.

Dalam peringatan Hari AIDS Sedunia ini, Ruli kembali menjelaskan Virus HIV umumnya disebabkan oleh perilaku seks yang tidak aman, penggunaan jarum suntik bersama. Akan tetapi, lanjutnya masih banyak motos keliru seputar penularan HIV yang beredar di masyarakat.

"Sangat penting memberikan edukasi mengenai HIV/AIDS agar masyarakat benar-benar memahaminya dan tidak lagi memandang sebelah mata mereka yang terpapar HIV serta membantu memberikan dukungan bagi mereka yang terinfeksi supaya bisa kembali hidup normal," tutupnya. (MCR/NV)

Berita Terkait