Kamis, 16 Rabiul Akhir 1441 H | 12 Desember 2019

Info

PEKANBARU - Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Riau (UNRI) menggelar lomba peragaan baju melayu (fashion show) dengan kategori umum dan pelajar di Atrium Mall Pekanbaru dari Sabtu (30/11) hingga hari Minggu (1/12).

Dalam fashion show ini didatangkan juri dari Inter Model Managemen Jakarta, Irvan Asmara. Menurut Irvan, kegiatan ini merupakan hal positif yang bisa membangkitkan semangat anak muda untuk sadar akan budaya daerah sendiri.

"Kita tidak boleh melupakan budaya yang kita miliki, kita harus bangga dengan budaya sendiri, apalagi melayu sudah terkenal dimana-mana," ucapnya.

Irvan menjelaskan yang menjadi penilaian menariknya adalah peserta bisa mengkombinasikan busana melayu dengan songket, busana melayu modern dan tradisional sekreatif mungkin.

"Di sini bisa dilihat mana peserta yang paling kreatif mengkonbinasikan busana melayu, dan ini sangat menarik," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pelaksana, Muhammad Fathoni mengatakan bahwa acara yang disebut Comvibes ini merupakan program dari jurusan Event Organizer Prodi Ilmu Komunikasi UNRI yang sudah diselenggarakan sejak tahun lalu.

Acara yang bertemakan "Infinity of Malay" ini bertujuan untuk mengajak anak muda Riau Khususnya Pekanbaru agar bangga dan tidak melupakan budaya melayu.

Menurut Fathoni, budaya melayu saat ini sudah semakin tertinggal. Maka dari itu pihaknya mengadakan lomba ini untuk mengingat kembali budaya melayu.

Selain fashion show, ada juga beberapa perlombaan lainnya yakni, solo song, kerajinan tangan, tari tradisional melayu dan E-Sport (Mobile Legend).

Sementara itu, Guru Pembimbing Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Telkom Pekanbaru selaku penyumbang peserta kategori pelajar terbanyak, Hariadi Noprison merasa bangga dengan acara ini. SMK Telkom Pekanbaru sendiri mengikutsertakan pelajarnya sebanyak 7 orang peserta fashion show dan 3 peserta solo song.

Menurutnya, dengan mengangkat tema "Infinity of Malay" ini maka akan menarik minat orang untuk menggunakan baju melayu dan bisa dimodifikasi sesuai dengan perkembangan zaman.

"Sehingga kain corak Melayu ini tidak ketinggalan zaman," terangnya. (MCR/NV)

Berita Terkait