Kamis, 16 Rabiul Akhir 1441 H | 12 Desember 2019

Info

PEKANBARU - Pada bulan November 2019, Provinsi Riau mengalami deflasi sebesar -0,23 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 140,15. Dengan demikian lnflasi Tahun Kalender sebesar 2,53 persen, dan Inflasi Year on Year (November 2019 terhadap November 2018) sebesar 2,76 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Misfaruddin mengatakan, bahwa dari tiga kota IHK di Provinsi Riau, semua Kota mengalami deflasi yakni Kota Pekanbaru sebesar -0,26 persen, Kota Dumai sebesar 0,12 persen dan Kota Tembilahan sebesar -0,15 persen. 

Deflasi Riau pada bulan November 2019 sebesar -0,23 persen terjadi karena adanya penurunan indeks harga konsumen yang cukup signifikan pada kelompok bahan makanan yang mengalami deflasi sebesar -0,92 persen.

"Komoditas yang memberikan andil terjadinya deflasi di Riau antara lain cabai merah, ikan serai, cabai hijau, daging ayam ras, cabai rawit, ikan tongkol, apel, ayam hidup, ketimun, dan lain-lain," kata Misfaruddin di Pekanbaru, Senin (2/12/2019).

Diikuti kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar -0,05 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar -0,03 persen, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar -0,03 persen, kelompok sandang sebesar -0,03 persen dan kelompok kesehatan sebesar -0,02 persen.

Sedangkan, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,08 persen. 

"Komoditas yang memberi andil inflasi antara lain bawang merah, beras, anggur, udang basah, telur ayam ras, bayam, dan minyak goreng," tuturnya. (Mcr/rat)

Berita Terkait