Selasa, 9 Rabiul Akhir 1442 H | 24 November 2020

PEKANBARU - Langkah memerangi narkoba menjadi perhatian ekstra. Dalam implementasinya, Wakil Gubernur Riau H Edy Natar Nasution didampingi Wakil Bupati Kepulauan Meranti H Said Hasyim, menggelar Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Selatpanjang, Kepulauan Meranti, Selasa (3/12/19).

Dalam kegiatan itu Wagubri meminta keseriusan semua pihak terkait khususnya masyarakat untuk pro aktif bersama-sama menjadi duta pemberantasan Narkoba di lingkungannya masing-masing. Turut hadir bersama Wakil Gubernur, Ketua DPRD Meranti Jack Ardiansyah, Direktur Ketahanan Ekonomi dan Budaya Kemendagari Tri Jaladara, Kabiro Kesra Meranti Masrul Kasmi, Perwakilan Kabinda Riau, Kepala Kesbangpolinmas Meranti Asrizal Harahap, Forkopimda Meranti, Kapolres Meranti, Danramil Selatpanjang, Danposal, Kepala Dinas/Bagian, Camat dilingkungan Pemkab. Meranti, para peserta yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, ormas dan lainnya.

Tingginya kasus penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba di Provinsi Riau tak terkecuali di Kabupaten Kepulauan Meranti mendapat perhatian serius dari Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution. Untuk mengantisipasinya diperlukan gerakan yang masif dari semua pihak untuk memberikan pemahaman dan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya Narkoba.

Djelaskan Wakil Gubernur, dirinya sangat prihatin terhadap maraknya perdaran Narkoba di Riau, tercatat Riau merupakan peringkat 5 terbesar sebagai daerah peredaran dan penyalahgunaan Narkoba di Indonesia. Parahnya bukan saja menjadi konsumen tapi juga sebagai produsen untuk itu perlu dilakukan penanganan yang serius dari semua pihak.

“Masalah ini harus ditanggapi dengan serius karena dapat menjerat bukan saja pelajar, tapi juga Pejabat, Polri, TNI, semua dapat tersandung Narkoba," ucapnya.

Apalagi menurut Wakil Gubernur, Kepulaun Meranti berada dijalur utama lalu lintas laut dunia (Selat Malaka.red), sementara sumberdaya yang dimiliki untuk melakukan pengawasan sangat terbatas. Hal ini menjadikan Meranti sebagai daerah potensial sebagai pintu masuk dan peredaran Narkoba.

“Meski memiliki keterbatasan tapi kita harus optimis untuk mengatasinya jika tidak maka sangat membahayakan," tambahnya lagi.

Sementara itu Kepala Badan Kesbangpolinmas Provinsi Riau H Chairul Rizki menilai, kegiatan Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika keli ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengantisipasi penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika. Sebab hal tersebut sudah semakin marak dan mengancam generasi muda di Provinsi Riau.

“Di sini peserta diberikan pengetahuan tantang bahaya Narkoba yang dapat menimbulkan dampak buruk bagi masyarakat. Dharapkan nantinya para peserta dapat menyampaikan kepada masyarakat lainnya agar tidak ada lagi pengguna Narkoba,"papar Rizki. (MCR/mz)

Video

Gubernur Riau Pimpin Rakor Penegakan Perda Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Kesehatan

Peletakan Batu Pertama Sentra Ekonomi Kreatif dan Budaya LAM Riau

Gubernur Corner (14 November 2020)

Berita Terkait

Dorong Sagu Jadi Sumber Ekonomi Saat Pandemi Covid-19

Selasa, 20 Oktober 2020 | 15:34:12 WIB

Bupati Irwan Sampaikan Isu Strategi di Kepulauan Meranti

Kamis, 24 September 2020 | 16:46:13 WIB

Bupati Meranti Beberkan Alasan Mulai Sekolah Tatap Muka

Sabtu, 08 Agustus 2020 | 17:58:29 WIB

Festival Perang Air Ramaikan Imlek di Selatpanjang, Riau

Sabtu, 25 Januari 2020 | 22:16:39 WIB

Pemprov Sosialisasi P4GN di Meranti

Selasa, 03 Desember 2019 | 20:17:07 WIB

Pulau Rangsang Juga Mesti Diperhatikan Pusat

Selasa, 05 November 2019 | 21:30:42 WIB

Program BRG Bantu Perekonomian Warga

Sabtu, 03 Agustus 2019 | 09:48:27 WIB

Kepala BNPB Puji Keberhasilan Sekat Kanal

Sabtu, 03 Agustus 2019 | 09:38:46 WIB

Sekat Kanal Efektif Cegah Karhutla

Sabtu, 03 Agustus 2019 | 09:34:59 WIB