Rabu, 5 Jumadil Akhir 1441 H | 29 Januari 2020

Info

Ilustrasi

PEKANBARU - Kelangkaan gas elpiji tabung 3 Kg sangat meresahkan masyarakat ekonomi menengah ke bawah di Kota Pekanbaru. Selain susah didapat, harga yang ada pun tergolong memberatkan kantong masyarakat.

Banyaknya keluhan warga masyarakat ini rupanya mendapat perhatian serius kalangan DPRD Pekanbaru. Melalui Komisi II, kalangan dewan memanggil dan meminta penjelasan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pekanbaru bersama Pertamina.

Ketua Komisi II DPRD, H Fathullah mengatakan bahwa diadakannya hearing tersebut merupakan sebagai tindak lanjut dari laporan-laporan masyarakat yang masuk.

“Kepada pertamina kita minta agar menyediakan stok di Pekanbaru, kalau memang dalih mereka kelangkaan terjadi karena terkendala macet di Duri,”ucapnya.

Sementara itu, Sales Manager Retail Pertamina Riau, Hendri Eko menuturkan kelangkaan gas tabung melon tersebut dikarenakan pendistribusian yang tidak tepat sasaran. Untuk penambahan kuota gas sendiri sambung Eko, pihaknya siap melakukan penambahan elpiji 3 Kg tersebut.

“Kalau kitakan sifatnya melakukan pendistribusian dan penyaluran saja, kelangkaan ini terjadi karena penyaluran mungkin tidak tepat sasaran,” ungkapnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perindustrian Dan Perdagangan, Ingot Ahmad Hutasuhut mengakui bahwa pendistribusian gas melon saat ini belum optimal.

“Kalau memang dari pertamina ada ketegasan, kita akan siapkan regulasinya. Dengan begitu penyaluran gas sesuai dengan peruntukannya,” sebutnya.

Ingot juga menuturkan bagi pengusaha mikro yang belum mengurus izinnya, agar segera mendatangi kantor Camat setempat guna mengurus izinnya.(MC Riau/yan)

Berita Terkait