Sabtu, 14 Zulqaidah 1441 H | 04 Juli 2020

Info

PEKANBARU - Konflik antara satwa langka yang dilindungi dengan manusia terus menjadi perhatian ekstra. Hal ini dilakukan agar kondisi tersebut tidak terulang dan membuat satwa langka terancam kepunahan.

Dalam implementasinya, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau ikut proaktif menggelar operasi bersih jerat di kawasan konservasi. Dalam aksi tersebut pihaknya sudah menemukan 170 jerat atau perangkap untuk menangkap satwa  dalam hutan di Riau.

Angka yang tidak sedikit itu terhitung langkah pembersihan terhitung sejak 25 November hingga 7 Desember 2019. Kepala BBKSDA Riau Suharyono mengatakan, hal tersebut terus menjadi perhatian ekstra instansi teknis itu.

“Kita terus melakukan langkah pemantauan. Misalnya untuk operasi ini cukup efektif dan saat kami temui di lapangan, model jeratnya semakin variatif. Ini yang kita amankan,” paparnya, Senin (9/12).

Diharapkan dengan pengamanan perangkap jerat tersebut dapat mengeliminir kasus kematian satwa langka yang dilindungi. Pasalnya, dari inventarisir awal penyebab utamanya konflik dengan manusia serta perburuan satwa liar.

Beberapa satwa langka yang dilindungu terancam terjerat dari perangkap yang dipasang oleh oknum tidak bertanggung jawab tersebut. Baik gajah sumatera, harimau sumatera, beruang, tapir dan beberapa satwa langka lainnya. (MCR/mz)

Video

Update Covid-19 ( 2 Juli 2020 ) di Provinsi Riau

Updet Covid-19 ( 1 Juli 2020 ) di Provinsi Riau

Update Covid-19 (29 Juni 2020) di Provinsi Riau

Berita Terkait