Minggu, 2 Jumadil Akhir 1441 H | 26 Januari 2020

Info

Cabor dayung salah satu andalan Riau di PON 2020 mendatang.

PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Riau akhirnya menyepakati penambahan anggaran hibah yang awalnya Rp20 miliar menjadi Rp40 miliar.

Penambahan ini menyusul keraguan sejumlah pengurus KONI Riau terhadap keseriusan kontingen Riau dalam menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2020 yang membutuhkan dana besar.

Ketua Umum KONI Riau, Emrizal Pakis, mengatakan, anggaran awal sebesar Rp20 miliar yang dialokasikan tidak mencukupi kebutuhan bagi KONI Riau menghadapi PON di Papua, dimana Riau bakal mengirim 140 atlet.

“Kita sudah memaparkan ke komisi IV dan V DPRD Riau serta Pemprov. Dari kondisinya sepakat kebutuhan Rp40 miliar, dalam kapasitas mengirimkan atlet pada kuota yg ditetapkan rapat,"ungkapnya.

Menurut kajian dan evaluasi KONI Riau dan Cabor,  ada 123 atlet lolos, ditambah 12 cabor Porwil yang lolos PON.

" Kalau digunakan standar pemikiran kita tidak ada atlet yang dikirim. Kalau sepakat bahwa syarat kuota yang akan dikirim diperkirakan 180 atlet maka diperkirakan membutuhkan biaya Rp43 miliar, tapi jika 150 atlet mungkin berkisar Rp38 miliar,” jelasnya lagi.

Mantan asisten II Setdaprov Riau ini menambahkan, awalnya KONI Riau mendapatkan hibah sebesar Rp20 miliar di APBD Riau 2020, sementara untuk memenuhi kebutuhan satu tahun akan ditambah di APBD Perubahan dengan estimasi hampir sama besarannya.

Lebih jauh dikatakan Emrizal Pakis, untuk mengantisipasi kekurangan anggaran lainnya, pihaknya juga berharap bantuan CSR dari perusahaan-perusahaan besar yang ada di Riau.(MC Riau/yan)

Berita Terkait