Senin, 11 Safar 1442 H | 28 September 2020

Info

A generic square placeholder image with rounded corners in a figure.

PEKANBARU - Legislator Riau dari fraksi Gerindra, Husni Thamrin mengakui dirinya tidak mempersoalkan mantan atau eks koruptor diperbolehkan maju dalam Pilkada serentak tahun 2020 mendatang sesuai aturan yang berlaku. Karena yang menentukan itu adalah masyarakat selaku pemilih, yang tahu layak atau tidak dipilih.

"Tidak masalah mantan koruptor boleh maju dalam Pilkada. Sebatas hak politiknya dicabut, lagian yang memilih itu rakyat, mereka lebih tahu mana yang dipilih. Masyarakat kita saat ini sudah pintar dalam menentukan pilihannya," jelasnya, Selasa (10/12) saat dikonfirmasi mengingat dirinya juga salah satu bakal calon yang akan maju di Pilkada Pelalawan.

Jadi menurut anggota dewan yang duduk di Komisi IV ini, biarkan saja apakah mantan preman atau koruptor yang maju, karena yang memilih atau menentukan itu adalah masyarakat. Masyarakat tahu akan track record calon yang akan dipilihnya. Tentu yang akan dipilih yang tidak bermasalah atau yang dianggap akan bisa membangun daerahnya.

"Justru yang mantan koruptor itu sudah merasakan pahitnya hidup dalam penjara. Sehingga bisa jadi akan berubah dan sadar kembali ke jalan yang benar. Sementara itu yang belum masuk penjara, jangan pula sampai masuk penjara dan tetap melakukan hal-hal yang sesuai aturan," tambahnya. (MCR/Ch)

Video

Pilkada Serentak Tahun 2020 Harus Terapkan Protokol Kesehatan

Peresmian Jalan TOL Pekanbaru-Dumai (PERMAI) Oleh Presiden Republik Indonesia

Pengarahan Gubernur Riau Mengenai Penanganan Covid-19

Berita Terkait