Minggu, 2 Jumadil Akhir 1441 H | 26 Januari 2020

Info

PEKANBARU - Dalam perencanaan Gedung Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau akan membuat tempat Rehab Satelit bagi penderita yang terpapar penyalah gunaan narkoba dan ini akan menjadi nomor 1 di Indonesia yang baru terbentuk.

Itu dikatakan Kabag Umum BNN Provinsi Riau, Iwan Kurniawan saat menghadiri Laporan Akhir Perencanaan Gedung Kantor BNN Provinsi Riau di Hotel Pangeran Pekanbaru, Rabu (11/12/19).

"Ini merupakan yang pertama dibentuk di Indonesia. Seperti yang diketahui, Provinsi lain juga mempunyai tempat rehabilitasi untuk penderita narkoba namun dalam skala besar yang dikanal Balai Besar Rehabilitasi," ujarnya.

Iwan membeberkan, dikatakan Rehab Satelit, sebab tempat ini hanya bisa menampung sekitar 50-60 penderita dengan luas lahan sekitar 1.200 meter per segi.

"Ini bentuk skala kecil sedangkan yang disebut Balai Besar Rehabilitasi bisa menampung lebih dari 200 penderita. Oleh karenanya Rehab Satelit ini merupakan nomor 1 di Indonesia," terangnya.

Alasan pihaknya ingin membentuk Rehab Satelit ini disebabkan Provinsi Riau belum mempunyai tempat rehabilitas untuk penderita yang terpapar dari penyalah gunaan narkoba.

"Sebelumnya yang menjadi rujukan terdekat bagi mereka adalah Balai Besar yang ada di Batam dan Sumatera Utara (Sumut). Untuk datang kesana juga memakan biaya cukup besar," terang Iwan.

Ia mengaku, untuk standar kelayakan dan pelayanan yang ada direhab Satelit ini juga sama dengan Balai Besar Rehabilitasi pada umumnya.

"Semoga ini dapat terwujud, karena ini untuk kepentingan Provinsi Riau. Dengan dibangunnya Rehab Satelit ini, nanti akan memudahkan masyarakat dan tidak usah jauh-jauh lagi dirujuk. Cukup di Pekanbaru saja," harapnya. (MCR/NV)

Berita Terkait