Kamis, 6 Rabiul Awwal 1442 H | 22 Oktober 2020

Info

A generic square placeholder image with rounded corners in a figure.

PEKANBARU - Lagi dan lagi Riau dihebohkan dengan informasi kemunculan sang raja rimba tidak jauh dari akses transportasi masyarakat umum. Kondisi ini menarik perhatian instansi terkait untuk mengambil langkah cepat di lapangan.

Hal itu diimplementasikan dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau menurunkan tim, Rabu (11/12/2019) ke lokasi yang diinformasikan. Tepatnya di Desa Karya indah Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar tersebut.

Kepala Bidang Wilayah II Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Heru Sutmantoro mengatakan, pihaknya langsung menurunkan tim ketika mendapatkan laporan dari warga. Hanya saja, kondisi jejak mulai hilang terkena siraman hujan.

“Ya kita sudah turunkan tim. Jadi tim kita ataupun pihak Desa tidak ada menerima laporan keberadaan jejak satwa liar, hanya berupa jejak,” paparnya.

Kendati demikian, pihaknya bersama stakeholder terkait terus berupaya mengantisipasi konflik yang dapat timbul antara manusia dengan satwa liar. Salah satunya dengan melakukan sosialisasi kepada warga yang berada disekitar lokasi jejak yang di duga merupakan harimau.

Di sekitar lokasi yang diinformasi ditemukan jejak harimau telah dilakukan pemasangan himbauan di 3 titik. Yakni di Jalan Kijang Putih KM.7 disekitar Perum Panorama Pasir Mas, Jalan Kartini KM.6 disekitar Perumahan BSD dan Jalan Rajawali KM.9 di sekitar Perum Indah Lestari.(MCR/mz) 

Video

Himbauan Netralitas Pilkada 2020

Penganugerahan Penghargaan K3 Tahun 2020

Upacara Peringatan HUT ke 75 TNI Secara Virtual

Berita Terkait

DBD di Pekanbaru Capai 470 Kasus

Kamis, 22 Oktober 2020 | 14:03:54 WIB

56 Qari dan Qariah Riau Jalani TC MTQ Nasional

Senin, 19 Oktober 2020 | 22:14:03 WIB

Diterima Gubri, Apkasindo Bantu 50 Ribu Lembar Masker

Senin, 19 Oktober 2020 | 20:34:21 WIB

Pemprov Riau Kembali Terima 100 Ribu Masker dari PT RAPP

Senin, 19 Oktober 2020 | 16:43:00 WIB