Minggu, 2 Jumadil Akhir 1441 H | 26 Januari 2020

Info

PEKANBARU - Untuk membahas terkait pertumbuhan ekonomi di Provinsi Riau, Bank Indonesia (BI) Provinsi Riau menggelar pertemuan tahunan tahun 2019, yang berlangsung di gedung BI lantai III, Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, Kamis (12/12).

Dalam pertemuan tersebut turut hadir, Asisten I Setda Riau Ahmad Syah Harrofie, Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi, Anggota DPR RI Komisi XI Jon Erizal, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Riau Decymus, serta Bupati/walikota se Provinsi Riau.

Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Riau Decymus, menjelaskan bahwa saat ini perekonomian Riau maupun global belum begitu stabil, begitu juga alternatif pendukung perekonomian belum berkembang pesat.

Oleh karena itu, ia menyebutkan bahwa pentingnya kerja keras dan sinergitas antar seluruh sektor dalam meningkatkan kondisi ekonomi yang ada.

"Meski ekonomi global tidak stabil, tapi optimistis Riau mampu bertahan di tahun 2020. Tren pertemuan ekonomi Riau melambat sejak tahun 2011," katanya.

Selain minyak dan sawit, Decymus mengungkapkan bahwa Riau harus mampu mendongkrak tumbuhnya dan berkembangnya UMKM sehingga mampu menopang kemajuan ekonomi di Riau.

"UMKM harus diberikan pelatihan dan pembinaan dari hulu ke hilir, yang diperkirakan akan meningkat perekonomian," ucapnya.

Selain menaikkan level UMKM, menurut Decymus, pengelolaan pariwisata juga menjadi salah satu faktor penentu peningkatan ekonomi masyarakat.

"Seperti pengelolaan Bono, Istana Siak dan objek wisata lainnya, akan jadi alternatif mendongkrak ekonomi," ungkapnya.

Ia menambahkan, saat ini Pemerintah Provinsi Riau telah mendukung penuh peningkatan ekonomi di Riau, yakni melalui mempermudah proses perizinan usaha, keringan pajak, Perda RTRW, serta usaha-usaha lainnya.

"Pemprov juga sangat mendukung peningkatan SDM, ini menjadi langkah awal kemajuan Riau," tutupnya. (MCR/IP)

Berita Terkait