Rabu, 6 Safar 1442 H | 23 September 2020

Info

PEKANBARU - Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Edy Natar Nasution Memberikan Pengarahan pada Rapat Koordinasi (Rakor) Gubernur Riau (Gubri) dengan Kepala SMA/SMK dan SLB Se-Provinsi Riau, Di Ballroom Grand Suka Hotel, Jum'at (13/12/2019)

Pada acara tersebut Dinas Pendidikan Provinsi Riau me-launching Aplikasi "Satu Klik" yaitu aplikasi layanan pendidik dan tenaga kependidikan di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Riau, yang mempermudah urusan-urusan administrasi yang secara rutin bagi pendidik dan tenaga pendidik di berbagai daerah, sehingga pelayanan administrasi menjadi cepat dan mudah.

Dalam sambutannya Wagubri, Edy Natar Nasution mengatakan bahwa pendidikan di Provinsi Riau harus bermutu dan berkualitas, agar tumbuh anak-anak bangsa yang cerdas, berbudi luhur, beriman, bertaqwa dan berdaya bersaing.

"Pendidikan yang kita laksanakan saat ini adalah untuk mempersiapkan anak didik yang mampu menguasai llmu dan teknologi di masa depan, serta mampu membangun diri dan bangsanya, seiring dengan berbagai tantangan di era keterbukaan saat ini," ungkapnya.

Ia melanjutkan, era keterbukaan saat ini menempatkan masyarakat dan anak didik pada berbagai pilihan informasi. Serbuan informasi-informasi itu bukan tidak mungkin akan menggoyahkan nilai-nilai dan budaya kita. 

"Hal ini harus diwaspadai para pelaku pendidikan yang berada di garda depan, baik itu Guru, Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, Dinas Pendidikan dan masyarakat yang peduli terhadap mutu pendidikan, termasuk orang tua harus mampu membekali anak didiik, sebagai pemilik masa depan bangsa, dengan bekal nilai-nilai luhur, kemampuan dan watak yang berakar pada budaya bangsa," tambahnya.

Wagubri menambahkan, bagi para tenaga pendidik menjadi objek utama dalam mengembangkan kreativitas anak didik dalam era keterbukaan saat ini. 

"Penguasaan iptek menjadi keharusan bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan kita yang tidak hanya berkuat pada metode belajar mengajar manual, oleh karena Itu kembangkan kreativitas dan inovasi yang menarik bagi anak didik, sehingga metode belajar mengajar menjadi lebih menarik," jelasnya.

Edy menjelaskan Dalam amanat Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Standar Nasional Pendidikan, serta Implementasi Permendikbud Nomor 28 Tahun 2016 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Dasar dan Menengah, berbagai langkah telah dilakukan untuk memberikan kepastian bahwa setiap layanan pendidikan yang diberikan oleh satuan pendidikan sesuai dengan norma, kriteria dan standar yang telah ditetapkan secara nasional, sehingga komitmen masing-masing pihak dalam penjaminan mutu pendidikan untuk meningkatkan  kualitas pendidikan dapat direalisasikan.

"Kondisi ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Pusat, khususnya melalui Kementerian Pendidikan dengan menyusun berbagai kebijakan pendidikan dalam upaya penyesuaian terhadap berbagai perubahan kondlsi dan tuntutan yang berkembang di dunia pendidikan. Perlu kita ketahui bersama bahwa setiap daerah dan jenjang pendidikan memiliki kondisi, karakteristik, permasalahan dan keunikan masing-masing, sehingga akan berdampak pada iahimya berbagai kebijakan yang berbeda sebagai respon atas karakteristik dan keunikannya tersebut," pungkasnya.

Gubri memaparkan Untuk mewujudkan sumber daya manusia yang beriman, berkualitas, dan berdaya saing melalui pembangunan manusia seutuhnya, Pemerintah Provinsi Riau memberikan Program Sekolah Gratis dan beasiswa kepada Sekolah SMA/SMK Negeri berupa Hibah Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebesar Rp. 1.204.417.742,000,- dan Program Bantuan Operasional Sekolah (BOSDA) sebesar Rp. 428.995.970.000,- dimana masing-masing anak akan mendapatkan Rp. 3 juta dari BOS dan BOSDA. Sedangkan Beasiswa dan Gaji Guru Bantu berupa Bantuan Sosial Bidang Pendidikan (Beasiswa) sebesar Rp. 5.280.778.240,- dengan rincian Beasiswa S1 Rp.4.803.930.240,- dan Beasiswa D3 Rp. 476.848.000,-. Bantuan Keuangan kepada Kabupaten/Kota (Gaji Guru Bantu) sebesar Rp. 94.392.000.000,-.

Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pendidikan Provinsi Riau telah meluncurkan program Pendidikan Gratis pada tingkat SMA/SMK dan SLB Negeri untuk tahun 2020. Program pendidkan gratis ini merupakan Iangkah yang tepat dalam menyelenggarakan pendidikan secara berjenjang di Provinsi Riau yang sejalan dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional. Bersama an dengan itu kita akan melaunching Aplikasi Layanan Sekali Klik Urusan Selesai.

Edy berharap Rakor ini menghasilkan putusan-putusan yang strategis dalam peningkatan peran Pendidik dan tenaga Kependidikan, sehingga semakin aktif dan mampu mengembangkan inovasi-inovasi dalam proses belajar mengajar kepada anak didik kita. (MCR/AFQ)

Video

Gubernur Corner (19 September 2020)

Rapat Koordinasi Bersama Forkopimda Riau Dan Wali Kota Pekanbaru Membahas Tentang PSBM

Konferensi Pers Gubernur Riau dan Walikota Pekanbaru Terkait Pelaksanaan PSBM di Kota Pekanbaru

Berita Terkait