Senin, 10 Rabiul Awwal 1442 H | 26 Oktober 2020

Info

PEKANBARU - Desa Kualu Nenas, Kecamatan Tambang, Provinsi Riau, menjadi desa keuangan syariah pertama di Provinsi Riau. Launching Desa Keuangan Syariah Kualu Nenas ini sendiri telah dilaksanakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Riau, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo), dan UIN Suska Riau, pada Kamis (19/12/2019) pagi.

Kepala OJK Riau, Yusri mengatakan, bahwa Desa Kualu Nenas dipilih sebagai pilot project desa keuangan syariah dengan berbagai pertimbangan yang matang. Salah satunya didasari karena Kualu Nenas merupakan sentra nanas dengan varietas unggul. Bahkan, pengembangan bibit nanas juga dipusatkan di desa ini.

"Desa Kualu Nenas dipilih sebagai pilot project pengembangan desa keuangan syariah karena didasari oleh potensi nanas yang sangat baik dan didukung dengan pengembangan bibit nanas. Apalagi bibit nanas di Riau ini bibitnya dari Kualu Nenas ini. Tentu ini menjadi potensi ekonomi baru bagi Riau," kata Yusri dalam acara launching Desa Keuangan Syariah Kualu Nenas yang dilaksanakan di halaman SMK Global Cendikia Kampar, Kamis pagi.

Nantinya, imbuh Yusri, Desa Keuangan Syariah Kualu Nenas ini akan menjadi percontohan dan awal mula pengembangan ekonomi syariah di Riau.

Dengan demikian, ia pun berharap launching ini dapat mentransformasi masyarakat di desa tersebut untuk hijrah dari lembaga keuangan konvensional ke syariah. Sehingga masyarakat di sana dapat memanfaatkan lembaga keuangan syariah saja untuk aktifitas masyarakat sehari-harinya.

"Kami berharap ini tidak hanya sebatas di Kualu Nenas saja. Tetapi juga akan berkembang meluas ke desa-desa di sekitarnya dan desa-desa di kabupaten lainnya. Yang selanjutnya nanti akan ada pencanangan Riau sebagai zona ekonomi syariah," kata Yusri.

Di tempat yang sama, Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Edy Natar Nasution mengatakan, bahwa Pemprov Riau sangat mendukung dan mengapresiasi atas terlaksananya launching desa keuangan syariah tersebut.

Ia juga menilai bahwa program desa keuangan syariah ini sejalan dengan visi Gubernur Riau yang ingin mengembangkan ekonomi syariah.

"Kami memandang kegiatan ini sangat penting, karena melalui kegiatan ini masyarakat dapat mendapatkan informasi terkait perekonomian syariah. Di mana selama ini, perekonomian syariah banyak memberikan manfaat. Bahkan dalam pembangunan di Riau, terutama ekonomi kerakyatan yang menyentuh langsung le masyarakat," ujarnya.

Sebagai tambahan informasi, dalam acara ini juga dilakukan penyerahan sertifikat bibit Nenas Suska Kualu dari Menteri Pertanian yang diwakili Rektor UIN Suska Prof Dr Akhmad Mujahidin kepada Bupati Kampar melalui Asisten Setdakab Kampar, Santoso. Sedangkan, penyerahan simbolis buku rekening dan pembiayaan bank syariah dilakukan oleh Wagubri, Edy Natar Nasution. (Mcr/rat)

Video

Himbauan Netralitas Pilkada 2020

Penganugerahan Penghargaan K3 Tahun 2020

Upacara Peringatan HUT ke 75 TNI Secara Virtual

Berita Terkait

Tim SAR Evakuasi Warga Kampar Tenggelam di Sungai

Jumat, 23 Oktober 2020 | 20:49:19 WIB

Gubri Imbau Masyarakat Manfaatkan Potensi Riau

Selasa, 20 Oktober 2020 | 17:41:21 WIB

Pemprov Siap Fasilifasi UMKM Desa Kampar

Selasa, 20 Oktober 2020 | 15:15:51 WIB

Dimanapun Kegiatan Gubri Selalu Ingatkan Protokol Kesehatan

Selasa, 20 Oktober 2020 | 12:02:46 WIB

142 Warga Riau Sembuh, Paling Banyak dari Kampar

Sabtu, 10 Oktober 2020 | 20:58:37 WIB

Tiga Kecamatan di Kampar akan Berlakukan PSBM

Rabu, 30 September 2020 | 15:30:42 WIB

311 KK di Salo Kampar Bersyukur Terima Bankeu Pemprov Riau

Senin, 21 September 2020 | 20:03:06 WIB

Kasus Covid-19 Meningkat, Kampar Wacanakan PSBK

Senin, 14 September 2020 | 20:58:41 WIB

Warga Kampar Meninggal Dunia Akibat Covid-19

Selasa, 25 Agustus 2020 | 22:07:16 WIB

Tim Kukerta Abdimas Unri Kembangkan Kuliner Khas Kuok

Selasa, 25 Agustus 2020 | 21:51:34 WIB