Senin, 5 Jumadil Akhir 1442 H | 18 Januari 2021
A generic square placeholder image with rounded corners in a figure.

PEKANBARU - Empat orang perwakilan dari 136 eks karyawan PT CPI, Rabu (08/01) mengadu ke DPRD Riau dalam memperjuangkan nasibnya yang merasa dipensiunkan tidak sesuai batas umur pensiun berdasarkan ketentuan atau Surat Keputusan BPMIGAS (kini SKK Migas) No 58 tahun 2010 (SK-58).

edatangan disambut di Komisi V  yang langsung dipimpin oleh Ketua Komisi V, Edi Moh. A Yatim didampingi beberapa anggota yaitu Syafrudin Iput, Ade Hartati Rahmad dan Mira Roza. Turut hadir Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Riau, Jonli dengan didampingi oleh beberapa stafnya.

Ketua Panguyuban Forum Kesetaraan 058/Forum Kesetaraan Pensiun 58 ex. Karyawan PT CPI, Hendarmin saat dikonfirmasi disela-sela aksi yang dilakukan mengatakan, pihaknya mempertanyakan kebijakan PT CPI yang memberlakukan SK BPMIGAS (kini SKK Migas) No 58 tahun 2010 (SK-58) tentang kebijakan usia pensiun 58 tahun di lingkungan  KKKS yang sebelumnya 56 tahun.

"PT CPI tidak memberlakukan SK BPMIGAS atau SKK Migas ini. Perusahaan baru memberlakukan pada tahun 2014. Jadi banyak karyawan yang dipensiunkan pada usia 56 yaitu di tahun  2010, 2011 dan 2013 padahal seharusnya belum pensiun seandainya perusahaan sudah menerapkan SK itu tahun 2010," sebutnya.

Dikatakannya juga, inilah perjuangan yang dilakukan dimana 136 eks karyawan dipensiunkan tidak sesuai batas pensiun berdasarkan SK SKK MIGAS. 

"Kami menganggap tidak pensiun diusia 56 tahun tapi dipecat.  Jadi kami menuntut pembayaran selama dua tahun lagi dengan usia pensiun 58 tahun," sebutnya sembari mengakui seandainya penyelesaian tidak terjadi juga di tingkat DPRD Riau akan dibawa ke jalur Hukum.

Sementara itu Ketua Komisi V, Edi Moh. A Yatim dikonfirmasi menyebutkan, pihaknya akan mencarikan upaya penyelesaian dari permasalahan ini. Sebelumnya Disnakertrans sudah coba mencari keterangan dari pihak PT CPI, sehingga didapat informasi dua arah. Tapi sudah diundang rapat, tiga kali pihak PT CPI tidak pernah hadir.

"Jadi kita berharap pihak PT CPI meresponlah mengenai apa yang diadukan oleh eks karyawannya ini.  Mengingat PT CPI merupakan perusahaan besar atau Internasional. Ada juga upaya kita memanggil pihak PT CPI untuk duduk bersama dalam menyelesaikan persoalan ini," katanya lagi dengan berjanji. (Ch) 

Video

Penyuntikan Vaksinasi Covid-19 Di Provinsi Riau

Wakil Gubernur Riau Pimpin Rakor Bahas Rencana Vaksin Covid-19 dan Pengetatan Prokes

Wakil Gubernur Riau Hadiri Rapat Penanganan Covid-19 dan Rencana Pelaksanaan Vaksinasi

Berita Terkait

Kasus Terkonfirmasi Covid-19 Hari Ini Turun

Sabtu, 16 Januari 2021 | 21:48:59 WIB

Pasien Sembuh Bertambah 166, Kasus Baru 96 Orang

Sabtu, 16 Januari 2021 | 19:22:33 WIB

Pasien Sembuh Bertambah 186 Jadi 24.849 Orang

Jumat, 15 Januari 2021 | 19:19:05 WIB

Dinsos Riau Siap Fasilitasi Bantuan dari Pemerintah Pusat

Jumat, 15 Januari 2021 | 16:04:23 WIB

Lifting Migas Riau Tahun 2020 Lampaui Target

Jumat, 15 Januari 2021 | 13:51:05 WIB

Lab RSUD Arifin Achmad Periksa 631 Sampel Swab

Kamis, 14 Januari 2021 | 22:30:47 WIB

Wagubri: Masyarakat Tidak Perlu Ragu Divaksin

Kamis, 14 Januari 2021 | 19:24:09 WIB