Selasa, 27 Jumadil Awwal 1441 H | 21 Januari 2020

Info

PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan berupaya untuk menekan angka kasus Demam Berdarah (DBD). Hal ini menjadi perhatian, karana kasus DBD pada tahun 2019 masih tergolong tinggi.  

Untuk mendukung hal tersebut perlu peran aktif dan sinergitas masyarakat. Seperti dengan menerapkan gerakan hidup sehat serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir menilai, hal itu memang menjadi perhatian ekstra.

“Berbagai upaya tentunya terus dilakukan. Untuk itu kami mengharapkan pada tahun ini terjadi penurunan angka kasus DBD yang juga signifikan,” paparnya, Jumat (10/1/2020).

Secara umum untuk angka kasus DBD di Riau jika dibandingkan dengan tahun 2018, pada tahun 2019 angka kasus tercatat mengalami peningkatan signifikan. Dimana untuk  tahun 2019 total angka kasus DBD di Provinsi Riau mencapai 3.375 kasus.

Angka yang tergolong tinggi tersebut juga mengancam nyama penderitanya, Dari angka tersebut 27 jiwa diantaranya berakhir dengan meninggal dunia.

Hal itu juga disebabkan beberapa faktor yang biasanya menjadi penyebab meningkatnya kasus DBD. Mulai dari kondisi cuaca yang ekstrem hingga pola hidup sehat dan tidak menjaga kebersihan lingkungan.(MCR/mz) 

Berita Terkait