Rabu, 26 Jumadil Akhir 1441 H | 19 Februari 2020

Info

Bangkinang - Untuk pertama kali Kepala Kejaksaan Tinggi Riau DR Mia Amiati SH MH melakukan kunjungan kerjanya ke Kabupaten Kampar tepatnya Kantor Kejaksaan Negeri Kampar di Bangkinang, Kamis (16/1/2020).

Dalam kunjungan tersebut Kajati Riau yang didampingi Asintel Kajati Riau Raharjo Budi Kisnanto, disambut langsung Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto SH bersama Kajari Kampar Suhendri SH MH, Sekda Kampar Drs Yusri,M.Si serta Dinas terkait antara lain Asisiten II Setda Kampar, Ir Azwan, Kadis PMD Kampar Febrinaldi Tridarmawan dan Kepala Inspektorat Kampar Muhammad.

Kajati Riau Amiati dalam sambutannya menyampaikan bahwa kunjungan yang dilakukannya merupakan sebagai koordinasi dan sinergi sekaligus silaturahmi bersama Pemkab Kampar serta jajaran Kejari Kampar.
Koordinasi dan sinergi ini sesuai dengan visi dan misi Presiden RI bersama Kejaksaan serta Pemerintah dearah. 

Selain itu perlu juga disampaikan bahwa seluruh elemen harus mengetahui bagaimana mengembangkan peranan di jajaran masing-masing sesuai dengan aturan yang berlaku, bagaimana hukum dibuat untuk dipatuhi bukan dilanggar serta menghindari ancaman hukuman yang terjadi. 

Dimana sebelumnya dalam hal ini telah dibantu melalui Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan (TP4) yang saat diganti dengan Pengawalan Pembanguan (Walpam). Dalam tugas para jaksa sendiri sesuai tupoksi dalam pasal 30 tentang pengamanan kebijakan terhadap pembangunan.

Untuk itu diminta kepada pemerintah daerah, baik Kepala Dinas sampai ke Kepala Desa untuk jangan segan berkoodinasi dengan pihak kejaksaan baik melalui Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara (datun) maupun Kasi Intel dalam pelayanan hukum baik bersifat navigasi maupun non navigasi.

Sementara itu Bupati Kampar dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih, khususnya kepada Kajati Riau yang telah mengunjungi kampar dalam memberikan pemahaman terkait hukum.

Dalam kunjungan ini jelas yang utama adalah dalam rangka silaturahmi sekaligus bentuk perhatian kepada Pemkab Kampar. Dalam koordinasi ini diharapkan semua bisa memahami bahwa dalam menjalankan roda pemerintahan perlu sinegritas yang baik.

Untuk para kepala desa di Kampar sendiri saat banyak kades yang belum memahami mana yang bisa dijalankan mana yang tidak bisa dikerjakan. 

Apalagi di Kampar baru sebulan yang lalu melantik sebanyak 23 orang kepala desa. "Untuk itu mohon pembinaan mana hal yang boleh dijalankan mana yang tidak boleh dijalankan," pinta Catur. (MCR/Ajep)

Berita Terkait