Selasa, 25 Jumadil Akhir 1441 H | 18 Februari 2020

Info

Gubernur Riau, Syamsuar ketika mengahadiri forum diskusi “Kreatifitas Beridentitas” di Gedung Daerah, Pekanbaru, Sabtu (18/1/2020). Foto HO/Heru Maindikali/Dispar Riau

PEKANBARU - Gubernur Riau Syamsuar ketika menghadiri forum diskusi “Kreatifitas Beridentitas” mengatakan, sektor UMKM dan Ekonomi Kreatif di Riau memiliki potensi yang sangat besar untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Saat ini pihaknya terus berupaya membuat kebijakan-kebijakan yang bisa mendorong potensi tersebut.
 
Syamsuar memaparkan, selain itu Riau juga memiliki potensi lainnya yang sangat besar. Pada sektor perkebunan, daerah berjuluk negeri Lancang Kuning itu memiliki lebih dari 500 hektare kebun kelapa dan sektor pariwisata di kawasan pulau Rupat utara yang saat ini sedang banyak diminati investor mancanegara.
 
“Artinya Riau memiliki potensi besar. Ini termasuk juga sektor perikanan dan UMKM. Untuk itu kita harus membuat kebijakan-kebijakan untuk mendorong seluruh sektor ini agar bisa mengangkat kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi sekaligus menekan inflasi di Riau,” kata Gubernur Riau, Syamsuar, di Gedung Daerah, Pekanbaru, Sabtu (18/1/2020).
 
“Mungkin selama ini para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif di Riau kurang mendapatkan ruang untuk meningkatkan produk ekonominya, mendapatkan permodalan, juga bagaimana caranya meningkatkan ilmu pengetahuan serta meningkatkan pemasaran sehingga produknya bisa dipasarkan ke dunia internasional. Untuk itu kedepanya pemerintah bersama unsur masyarakat akan berupaya untuk mendorong agar lebih maksimal,” ucapnya. 
 
Menurutnya, kebangkitan ekonomi di Riau memang harus dimulai dari kebangkitan progam UMKM. Hal ini sejalan dengan program prioritas Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo yang saat ini sedang melaksanakan pembangunan pada sektor UMKM melalui Kementerian Koperasi UKM.
 
Pada kesempatan itu, Gubernur Riau juga berharap kepada Badan Riau Creative Network (BRCN) para Akademisi, pelaku usaha agar bisa bersinerigi saling menyatukan pemikiran. Selain itu Kepada pihak Bank Riau Kepri (BRK) Syamsuar telah menekankan agar memberikan kemudahan untuk membantu permodalan UMKM yang ada di Riau. 
 
“Saya sudah mengajak pihak Bank Riau Kepri untuk memberikan kemudahan permodalan untuk mendukung UMKM dan pelaku ekonomi kreatif. Pada tahun sebelumya 25 juta rupiah tanpa angunan, saat ini 50 juta rupiah tanpa agunan,” Syamsuar menegaskan.
 
“Selain itu pemprov Riau bersama pihak Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) saat ini sedang mencari format-format yang lebih jitu bagaimana caranya untuk meningkatkan ekonomi di provinsi Riau. Kita harus maju untuk Riau yang lebih baik,” ucapnya.
 
Turut hadir pada acara forum diskusi Kreatifitas Beridentitas, Staf Khusus Menteri Koperasi UKM, Tubagus Fiki Chikara Satari. Ia mengatakan, apa yang disampaikan Gubernur Riau, Syamsuar adalah hal yang sangat menarik. 
 
“Bahwa semangat konsolidasi para pelaku ekonomi kreatif yang sebetulnya 99 persenya adalah para pelaku usaha kecil di level menengah. Apa yang dikatakan Gubernur Riau pada forum diskusi ini merupakan bentuk komitmen kepala daerah untuk mendorong sektor ekonomi kreatif,” tutur Fiki Satari.
 
Pada kesempatan itu Staf Khusus Menteri Koperasi UKM juga mengucapkan selamat atas terpilihnya Riau sebagai tuan rumah Creative City Festival pada tahun 2021. Menurut Fiki ditunjuknya Riau sebagai tuan rumah hasil dari keputusan konfrensi Creative City Network (ICCN) di Ternate bulan Oktober 2019 lalu. (Mcr/rat)

Berita Terkait