Ahad, 14 Rabiul Akhir 1442 H | 29 November 2020

PEKANBARU - Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Pusat Dr.Daeng Muhammad Faqih mengungkap kenapa orang Indonesia, khususnya masyarakat Riau, banyak yang berobat ke negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. 

Salah satunya adalah karena teknologi dan pelayanan Rumah Sakit (RS) di negara tersebut sudah bagus. Padahal, keterampilan dan kemampuan dokter Indonesia jika dibandingkan dengan dokter di Malaysia dan Singapura itu sama dan tidak jauh berbeda. 

Selain soal teknologi, pelayanan di rumah sakit di Malaysia dan Singapura juga cukup baik. 

Hal tersebut disampaikan Daeng Muhammad Faqih saat konferensi kers, Ahad (19/1/2020) di Hotel Grand Central Pekanbaru.

"Ya kalau keahlian dan kemampuan dokternya, sama saja antara dokter Indonesia dengan Malaysia dan Singapura. Cuma yang membedakan itu teknologi dan pelayanan RS nya mereka yang sudah jauh lebih baik," terang Daeng.

Itulah faktor kenapa banyak orang Indonesia khususnya Riau lebih berminat untuk berobat di luar. Untuk diketahui sebut Daeng, dokter-dokter Malaysia dan Singapura tersebut gurunya berasal dari Indonesia, terangnya. 

"Banyak dokter negara-negara tetangga itu yang menuntut ilmu di Indonesia, dan setelah mereka bekerja justru banyak orang kita yang berobat di sana dibanding negara Indonesia sendiri," jelasnya lagi.

"Sebetulnya hal ini lucu, orang gurunya orang Indonesia malah banyak yang berobat sama murid-muridnya, tetapi kenapa bisa, itu yang menjadi pertanyaannya," ujar Daeng.

Ke depannya, sebut Daeng, hal inilah yang menjadi tugas besar dari IDI dan tidak luput juga dari peran pemerintah Provinsi Riau tentunya. Bagaimana Pemprov Riau dan IDI saling bersinergi untuk dapat mengatasi permasalahan ini.

Karena peranan pemerintah sangat besar di sini, kalau dilihat, kata Daeng, RS Malaysia dan Singapura itu, ruangan rawatnya biasa saja, bahkan Indonesiapun jauh lebih bagus, tetapi pelayanannya yang membuat kita ketinggalan jauh.

"Di sana, satu perawat hanya mengurusi 2 pasien paling banyak. Nah kita? Indonesia satu suster itu bisa mengurus pasien sampai dengan 10. Akibatnya pelayanan jadi kurang maksimal dan efektif. Dan kalau bisa kita buat satu suster satu pasien. Supaya dapat meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat," pungkasnya. (MCR/DI)

Video

Selamat Hari Ulang Tahun Ke-75 Persatuan Guru Republik Indonesia Tahun 2020

Gubernur Riau Pimpin Rakor Penegakan Perda Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Kesehatan

Peletakan Batu Pertama Sentra Ekonomi Kreatif dan Budaya LAM Riau

Berita Terkait

Pemprov Dukung Riau Jadi Tuan Rumah Rakernas Masata 2021

Ahad, 29 November 2020 | 11:38:53 WIB

PUPR Siagakan Alat Berat di Daerah Rawan Bencana Banjir

Ahad, 29 November 2020 | 10:56:08 WIB

95 Persen Tenaga Kesehatan Positif Covid 19 Sembuh

Sabtu, 28 November 2020 | 21:00:25 WIB

Antisipasi Bencana Longsor, PUPR Riau Siagakan Alat Berat

Sabtu, 28 November 2020 | 20:58:13 WIB

Gubri Sampaikan Nota Keuangan Raperda APBD 2021

Sabtu, 28 November 2020 | 15:52:45 WIB

BKD Riau Masih Tunggu Kapan Mulai Pendaftaran PPPK

Sabtu, 28 November 2020 | 15:48:19 WIB

1.137 Sampel Swab Diperiksa

Jumat, 27 November 2020 | 21:01:12 WIB

Sudah 23 Ribu Lebih Pelaku UMKM di Riau Dapat Bantuan

Jumat, 27 November 2020 | 18:25:00 WIB

PLN Bantu Pemerintah Bina UMKM Tanjak Mak Des

Jumat, 27 November 2020 | 13:18:20 WIB

Gubri Promosikan Batik Riau di Bali

Jumat, 27 November 2020 | 10:18:30 WIB