Selasa, 11 Rabiul Awwal 1442 H | 27 Oktober 2020

Info

PEKANBARU - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali terjadi di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dan sudah berlangsung selama sembilan hari. 

Walau tanpa adanya tersangka regu standby Karhutla Polres Inhu tetap melakukan pendinginan di lokasi Karhutla yang titik hotspotnya tidak terpantau dari aplikasi Lancang Kuning, Lapan, dan BMKG.

Upaya pendinginan Karhutla dengan luas lebih kurang 5 hektare yang dilakukan regu standby Karhutla Polres Inhu di Desa Sekip Hilir Kecamatan Rengat berbatasan dengan Desa Talang Jerinjing Kecamatan Rengat Barat. 

"Pada Sabtu 18 Januari 2020 pukul 09.00 WIB, regu standby Karhutla Polres Inhu melaksanakan pendinginan Karhutla hari ke 9 di wilayah Desa Sekip Hilir Kecamatan Rengat berbatasan dengan Desa Talang Jerinjing Kecamatan Rengat Barat. Dugaan asal api belum diketahui dan tidak ada tersangka dalam Karhutla ini," ujar Kapolres Inhu AKBP Efrizal melalui Paur Humas Polres Inhu Aipda Misran, Ahad (19/1/2020).

Diungkapkanya, kondisi lahan yang terbakar tersebut berupa lahan gambut, semak belukar ilalang seluas lebih kurang 5 hektare dengan pemilik lahan bernama Jonson Perangin Angin dan (Alm) Butar -Butar.

"Upaya pendinginan dilakukan di titik-titik yang masih mengeluarkan asap dan hingga saat ini lokasi Karhutla masih mengeluarkan asap tipis. Akses jalan menuju lokasi sangat jauh dan sulit untuk ditempuh baik itu kendaraan roda 4 dan roda 2, harus menggunakan perahu untuk ke lokasi dan dilanjutkan dengan berjalan kaki," ungkapnya.

Hal yang sama juga terjadi di Kecamatan Pasir Penyu, dimana Karhutla terjadi di Desa Petalongan Kecamatan Pasir Penyu yang hotspotnya juga tidak terpantau dari aplikasi Lancang Kuning, Lapan, dan BMKG.

"Pada hari Sabtu tanggal 18 Januari 2020 pukul 09.00 WIB personel Polsek Pasir Penyu melakukan pendinginan Karhutla di Desa Petalongan Kecamatan Pasir Penyu yand dipimpin oleh Kapolsek Pasir Penyu Kompol Edi Yasman," tegas Paur Humas Polres Inhu Aipda Misran.

Luas lahan yang terbakar diperkirakan lebih kurang 3,5 hektare dengan kondisi lahan gambut berisikan sawit milik warga yang terbakar bawah permukaan. Dengan pemilik lahan masing-masing Damanhuri 2 Ha dan Rohiman 1,5 Ha serta A. Sihombing 1,5 Ha.

"Walau akses jalan menuju lokasi rusak dan sulit untuk ditempuh baik itu kendaraan roda empat dan dan roda dua, namun tetap dilakukan pendinginan di titik - titik yang masih mengeluarkan asap dan memeriksa pemilik lahan yang terbakar. Sampai saat ini lokasi Karhutla sudah sepenuhnya padam namun patroli serta himbauan tetap dilaksanakan. Situasi terdapat dalam keadaan aman dan terkendali," jelasnya.(MCR/Mtr)

Video

Selamat HUT Ikatan Dokter Indonesia Ke-70 Tahun 2020

Selamat HUT Ikatan Dokter Indonesia Ke-70 Tahun 2020

Himbauan Netralitas Pilkada 2020

Berita Terkait

Kematian Akibat Covid-19 di Inhu Terendah di Riau

Ahad, 25 Oktober 2020 | 21:00:24 WIB

Danrem 031/WB Dampingi Aster Panglima TNI Kunker ke Inhu

Selasa, 29 September 2020 | 16:54:46 WIB

Positif Covid-19 di Inhu Hanya 25 Kasus

Ahad, 20 September 2020 | 13:13:22 WIB

BBKSDA Riau Evakuasi Beruang Madu di Indragiri Hulu

Kamis, 27 Agustus 2020 | 20:55:38 WIB

Diskes Riau Serahkan Bantuan Obat dan APD ke Inhu

Ahad, 23 Agustus 2020 | 13:43:50 WIB

Alat Medis untuk Covid-19 di Inhu Ikut Ludes Terbakar

Jumat, 21 Agustus 2020 | 22:40:17 WIB

Gudang Instalasi Farmasi Diskes Inhu Terbakar

Jumat, 21 Agustus 2020 | 16:44:25 WIB

27.020 Orang di Riau Sudah Rapid Test

Senin, 22 Juni 2020 | 14:31:03 WIB