Rabu, 26 Jumadil Akhir 1441 H | 19 Februari 2020

Info

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Pekanbaru , Muhammad Amin

PEKANBARU - Pemerintah Indonesia mulai mewaspadai penyebaran virus misterius yang merebak di Kota Wuhan, Tiongkok, China. Sebab, virus ini mulai menyebar ke negara Asia lainnya, seperti Jepang dan Thailand. 

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) juga telah mengeluarkan surat waspada dini terhadap pneumonia berat karena diduga sebagai gejala virus misterius dari China tersebut.

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Pekanbaru, Muhammad Amin mengatakan bahwa pihaknya juga turut mewaspadai penyebaran virus misterius tersebut.

"Kami tentunya akan mengfungsikan bidang P2P (pencegahan dan pengendalian penyakit, red) untuk memaksimalkan pencegahan penyebaran virus ini," kata Amin ketika dihubungi mediacenter.riau.go.id di Pekanbaru, Senin (20/1/2020).

Sementara itu, Kadiskes Riau, Mimi Yuliani Nazir mengatakan bahwa sampai saat ini organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO) masih melakukan pengamatan dengan cermat terkait penyebaran virus misterius yang menyebabkan dua orang di Wuhan ini meninggal dunia.

"Kemenkes sudah memberikan instruksi kepada kepala dinas untuk melakukan pencegahan penyebaran virus misterius dari China ke Indonesia ini," kata Mimi.

Mimi menjelaskan, bahwa dalam lampiran surat dari Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Kemenkes RI Nomor PV.04.02/2.1/130/2020, disebutkan bahwa ciri-ciri virus ini ditandai dengan kondisi pasien yang menderita pneumonia berat. Sebab, masyarakat Wuhan yang terjangkit virus ini dilaporkan mengalami pneumonia berat dan sebagian dari pasien-pasien tersebut bekerja di pasar ikan yang juga menjual berbagai jenis hewan hidup lainnya termasuk burung.

"Sehingga kami diminta untuk melakukan upaya preventif dengan berkoordinasi dengan sektor terkait lainnya untuk melakukan berkoordinasi dengan sektor kesehatan hewan, seperti dinas yang menangani fungsi kesehatan hewan baik tingkat provinsi maupun kabupaten kota maupun karantina kesehatan hewan di seluruh Indonesia. Serta sektor yang menangani kebersihan pasar ikan dan tahu pasar hewan hidup lainnya," kata Mimi.

Disamping itu, kata Mimi, untuk meningkatkan upaya promotif dan preventif dengan melakukan promosi kesehatan secara terpadu baik pada sektor kesehatan hewan dan lintas sektor lainnya, termasuk kepada masyarakat khususnya bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan ke luar negeri. "Khususnya yang ke Tiongkok termasuk Hongkong, Wuhan atau Beijing, mereka harus diedukasi tentang virus ini," tutupnya. (Mcr/rat)

Berita Terkait