Rabu, 26 Jumadil Akhir 1441 H | 19 Februari 2020

Info

Bangkinang – Kapolres Kampar AKBP Muhammad Kholid SIK mengundang pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Bangkinang Kota untuk bersilaturrahmi dan bertukar pikiran. 

Hadir dalam acara tersebut Ketua Umum MUI Bangkinang Kota Samsul Bahri SAg MPd, Ketua II Muhklis SPdI, Sekretaris Umum Zulfahmi Muhammad Sholeh SHI, Ketua Komisi dan Pengurus lainnya.

Kapolres Kampar dalam pertemuan tersebut membicarakan tentang penyakit-penyakit masyarakat (Pekat), seperti Narkoba, perjudian. Khusus untuk di Kecamatan Bangkinang Kota, beliau meminta agar pengurus MUI bisa berperan aktif dalam memberikan penyuluhan dan sosialisasi tentang bahaya Narkoba dan perjudian dalam Kacamata Agama Islam.

"Kasus Narkoba di Kabupaten Kampar sudah masuk level bahaya. Perederan Narkoba sudah sampai di desa-desa. Untuk itu, dalam mencegah hal ini harus ada peran dari tokoh agama terutama MUI ini, tokoh adat, pemerintah daerah (Pemda), dan seluruh elemen masyarakat," tegasnya. 

Sementara itu, Ketua Umum MUI Kec. Bangkinang Kota Samsul Bahri beserta Pengurus menyambut baik segala apa yang disampaikan oleh Bapak Kapores Kampar. “Kita memang ingin turun langsung dalam menghadapi Penyakit Masyarakat (Pekat), terutama dalam hal Narkoba ini,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut Samsul juga memaparkan tentang berbagai program yang akan dilaksanakan oleh MUI Kecamatan Bangkinang Kota dalam waktu dekat. Diantarnya adalah program subuh keliling, kita akan marakkan Sholat subuh berjema’ah di Masjid-Masjid yang ada di Kecamatan Bangkinang Kota. 

"Untuk tahap awal, kita akan melaksanakan subuh keliling ini di Masjid Raya Baitus Solihin, yang jadwal semula kita agendakan pada tanggal 30 Januri 2020, namun agenda tersebut kita percepat menjadi tanggal 29 Januari 2020," jelasnya.

Dalam program ini kita akan gaungkan kembali Peraturan Daerah (Perda) Pandai Baca Al-Qur’an dan Perda Magrib Mengaji sekaligus memaparkan tentang program-program MUI. 
"Sehingga apapun persoalan Keagamaan di tengah-tengah masyarakat dapat kita tampung dan kita carikan solusinya. Kerana kita yakin, dengan keimanan yang kuat, yang dibarengi dengan ilmu agama, Insya Allah akan bisa mengatasi penyakit masyarakat,"  pungkasnya.(MCR/Ajep)

Berita Terkait