Rabu, 26 Jumadil Akhir 1441 H | 19 Februari 2020

Info

Kunjungan Ketua PGRI Riau dan jajaran pengurus di SMKN 5 Pekanbaru, Senin (20/1/20).

PEKANBARU -- Dalam mengambil suatu kebijakan ataupun menyusun program kerja, pemetaan pendidikan terutama menyangkut dengan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan menjadi hal sangat penting. Sekarang ini, apakah pemetaan tenaga pendidik sudah dimiliki Pemprov Riau atau tidak, ini yang menjadi pertanyaan.

"Kita tidak tahu persis apakah jumlah guru di Riau ini berlebih, cukup atau kurang. Oleh karena itu jikapun Pemprov Riau ingin melakukan pemetaan guru, kami selaku Ketua PGRI Riau siap membantu," kata Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Riau Dr.M. Syafi'i dihadapan Guru SMKN 5 Pekanbaru, Senin (20/1/20) kemarin, di Pekanbaru.

Syafii menegaskan, kesiapan PGRI Riau dalam membantu pemetaan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan ini salah satunya dengan melibatkan struktur organisasi PGRI hingga ke pedesaan. PGRI yang mempunyai struktur organisasi mulai dari kabupaten, kecamatan hingga pedesaan bisa mendata apakah jumlah guru disetiap sekolah ini sudah cukup, berlebih atau kurang.

"Persoalannya, apakah guru Riau berlebih, cukup atau kurang, banyak berada di daerah pedesaan, perkotaan dan daerah perbatasan. Ini yang masih abu abu," tegasnya.

Syafi'i dikesempatan itu juga mengemukan bahwa selain pemetaan guru, masalah pemerataan guru juga menjadi hal penting. Mengingat, guru masih terpusat didaerah perkotaan sementara didaerah kecamatan dan pedesaan dinilai masih kurang.

"Kesejahteraan guru dan status guru penting diperhatikan, tapi sebagai guru juga harus siap ditempatkan dimana saja. Saat ini guru masih terpusat di kota sedangkan didaerah masih kekurangan,"pungkasnya. (MCR/mad)

Berita Terkait