Rabu, 26 Jumadil Akhir 1441 H | 19 Februari 2020

Info

PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terus mencarikan formula untuk mengoptimalkan peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Langkah itu dilakukan mengingat perusahaan daerah masih memiliki peluang untuk mendukung penerimaan daerah.

Dalam upaya mengoptimalkan peran tersebut opsi penyertaan modal dinilai dapat menjadi pertimbangan positif. Hanya saja untuk implementasinya, rencana penyertaan modal akan diusulkan dan dibahas dalam Program Legislasi Daerah (Prolegda).

Plt Kepala Biro Ekonomi dan Sumbar Daya Alam, Setda Provinsi Riau, Doni Akrom mengatakan, pihaknya usulan tersebut masih berproses. Pasalnya, untuk penyertaan modal baru ini tentunya perlu menyesuaikan dengan analisis investasi.

“Ya usulannyakan masih berproses. Untuk penyertaan modal masih dihitung. Kita akan sesuaiman dengan analisis investasi,” paparnya, Selasa (21/1/2020).

Diharapkan dengan dilakukannya penyertaan modal ke Badan Usaha Milik Daerah seperti Bank Riau Kepri dapat mendukung pengembangan core bisnisnya. Selain itu dapat memperkuat kepemilikan saham Pemerintah Provinsi Riau di perusahaan daerah tersebut.

Sementara dalam mekanismenya proses penyertaan modal yang dilakukan Pemerintah Provinsi Riau dirancang untuk dilakukan secara berkala. Hal ini juga akan menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah di tahun 2020.(MCR/mz) 

Berita Terkait