Selasa, 25 Jumadil Akhir 1441 H | 18 Februari 2020

Info

Pekanbaru - Dewan Pimpinan Daerah Majelis Dakwah Islamiyah (DPD MDI) Provinsi Riau, Jumat (24/01/2020) malam melaksanakan Musda (Musyawarah Daerah) ke VII.  

Kegiatan ini berlangsung mulai tanggal 24 hingga 26 Januari 2020 yang dipusatkan di hotel Alpha Kota Pekanbaru.

Kegiatan dibuka oleh Gubernur Riau yang diwakili oleh Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Provinsi Riau, Masrul Kasmy.  

Turut hadir Ketua DPP MDI dan Sekjend DPP MDI. Selain itu tampak hadir Kakanwil Kemenag Riau, Ketua Ormas Islam yang ada, Tokoh Masyarakat Riau seperti Ridwan Syarif, Ghafar Usman, Zaini Ismail dan Imam masjid yang ada.

Panitia pelaksana, Rasydi Hamzah dalam sambutannya mengatakan, kegiatan Musda tahun ini mengambil tema "Dengan pelaksanaan Musda kita maksimalkan peran lembaga dakwah sebagai garda terdepan dalam menangkal radikalisme di provinsi Riau".  

Adapun rangkaian kegiatan yang dilaksanakan adalah pembekalan bagi peserta dalam menghadapi radikal.

"Tujuan dari kegiatan adalah memilih dan menyusun kepengurusan DPD MDI yang baru periode 2020-2025. Adapun peserta yang mengikuti Musda adalah kepengurusan MDI yang ada di Kabupaten/Kota. Kemudian juga diikuti oleh kepengurusan MDI provinsi Riau," katanya.

Sementara itu Ketua DPD MDI Riau, Abdul Razak dalam pidatonya mengatakan, mengenai kepengurusan yang dipimpinya sebetulnya sudah berakhir Agustus 2019. Tapi karena ada sesuatu hal, baru saat ini dilakukan Musda.  "Kita berharap dalam kepemimpinan yang baru nanti, MDI Riau akan lebih maju," katanya sembari penuh harap.

Masrul Kasmy dalam sambutan sekaligus membuka kegiatan mengatakan, ke depannya lebih berharap hubungan harmonis antara pemerintah dengan MDI Riau. Musda merupakan sarana dan prasarana strategis bagi MDI sebagai organisasi di daerah yang menjadi kekuatan dalam menjalankan syiar Islam dalam dakwah.

"Pemerintah saat ini terus memperkuat diri disegala sektor dan bidang salah satunya di bidang keagamaan.  Seperti Destinasi halal, pembangunan Daarul Quran dan menjadikan BRK jadi Bank Syariah.  Berharap pengurus yang baru nanti semakin mampu menjalin kerja sama dengan organisasi Islam yang lain untuk pembangunan Riau," katanya sembari mengatakan Musda yang dilakukan berharap menghasilkan program yang baik. (MCR/Ch) 

Berita Terkait