Rabu, 26 Jumadil Akhir 1441 H | 19 Februari 2020

Info

PEKANBARU - Jika selama ini pemanfaatan tandan kosong baru sebatas menjadi pupuk kompos kini limbah kebun sawit tersebut bisa dijadikan arang briket yang bernilai ekonomi.

Dengan demikian terobosan baru itu akan memberikan keuntungan ekonomi bagi para petani. Sebab, selain dapat mengurangi limbah sawit, pemanfaatan tandan kosong menjadi arang briket tersebut dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif untuk keperluan rumah tangga. Hal itu diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani sawit, terutama petani plasma perusahaan.

Hal tersebut disampaikan irektur Utama PTPN V Jatmiko K. Santosa saat membuka pelatihan pembuatan arang briket yang berasal dari tandan kosong kelapa sawit, Sabtu (8/2/2020), di kantor pusat PTPN V, Pekanbaru yang diikuti oleh 100 orang petani kelapa sawit dari beberapa provinsi di Sumatera seperti Riau, Sumatera Utara, Jambi, Sumatera Barat, dan Sumatera Selatan.

Pelatihan tersebut diselenggarakan oleh PTPN V, bersama dengan BPDPKS, dan Asosiasi Sawitku Masa Depanku (SAMADE).

Dikatakannya PTPN V sebagai BUMN di sektor kelapa sawit, mendukung peningkatan kesejahteraan petani sawit melalui pemanfaatan limbah sawit menjadi arang briket. 

"Kami mengakomodir dan memfasilitasi inisiatif petani dan sejumlah pihak dalam mengolah limbah sawit menjadi produk bernilai tambah. Keuntungan yang didapat dari pembuatan dan penjualan arang briket langsung dinikmati petani. Sudah menjadi kewajiban kami sebagai agent of change, mendukung semua kegiatan dan inisiasi yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal itu sebagai keseriusan PTPN V untuk tumbuh besar bersama petani khususnya sawit rakyat," ujar Jatmiko.

Selain mendukung inisiatif petani, PTPN V juga berkomitmen meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan produksi sawit berkualitas. Untuk itu, melalui program BUMN untuk Sawit Rakyat, PTPN V akan bermitra dengan berbagai pihak, dalam melakukan peremajaan kebun sawit plasma seluas 16 ribu hektare. Peremajaan tersebut akan dilakukan selama empat tahun mendatang.

Sehingga menurut Jatmiko, PTPN V siap untuk bekerjasama dengan petani, baik dari kemitraan peremajaan dan pengelolaan kebun plasma serta rakyat, hingga kerjasama dalam pengelolaan tankos menjadi briket. (MCR/Jef)

Berita Terkait