Senin, 11 Syawwal 1441 H | 01 Juni 2020

Info

PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar mengatakan, pertumbuhan ekonomi Riau pada tahun 2019 ada peningkatan di bandingkan tahun 2018 yang lalu, tetapi masih rendah dibanding nasional.

"Pertumbuhan ekonomi Riau pada tahun 2019 ada sebesar 2,84 persen, memang ada peningkatan di banding tahun 2018 yang hanya sebesar 2,34 persen,"ujar Gubernur Riau, Syamsuar, Jumat (14/2).

Tetapi, sambung Gubri, bila dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar 5,02 persen, pertumbuhan ekonomi Riau masih jauh lebih rendah.

Disebutkan orang nomor satu di Riau itu rata-rata pertumbuhan ekonomi Sumatera itu hanya sebesar 4,57 persen. Hal ini disebabkan oleh sektor pertambangan, khususnya migas yang berkontribusi besar terhadap perekonomian Riau dan pertumbuhannya.

Tetapi ekonomi di sektor lainnya yang mengalami peningkatan ada juga, diantaranya pengadaan listrik dan gas meningkat sebesar 14,02 persen, kemudian jasa kesehatan dan kegiatan sosial sebesar 10,69 persen dan informasi serta komunikasi sebesar 9,30 persen.

Selain itu, PDRB atau jumlah keseluruhan nilai tambah barang dan jasa yang dihasilkan dari semua kegiatan perekonomian wilayah dalam tahun tertentu yakni 2019, Provinsi Riau atas dasar harga berlaku menduduki peringkat keenam nasional dan kedua terbesar di luar pulau jawa.

"Adapun nilai PDRB nya sebesar Rp765, 20 trilliun. Dengan kontribusi terbesar dari sektor pertambangan dan penggalian (migas), pertanian dan kehutanan serta industri pengolahan," terangnya. (MCR/DI)

Video

Konferensi Pers Update Covid-19 ( 28 Mei 2020) di Provinsi Riau

Konferensi Pers Update Covid-19 ( 27 Mei 2020) di Provinsi Riau

Konferensi Pers Update Covid-19 ( 22 Mei 2020) di Provinsi Riau

Berita Terkait