Kamis, 7 Safar 1442 H | 24 September 2020

Info

Ilustrasi

Pekanbaru - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulan IV tahun 2019 di Provinsi Riau naik 2,91 persen (y-on-y) terhadap triwulan IV tahun 2018.

Kepala BPS Riau, Misfaruddin, Sabtu (15/2/2020) mengatakan kenaikan tersebut terutama disebabkan naiknya produksi industri pengolahan tembakau yang naik 88,40 persen, dan industri mesin dan perlengkapan YTDL (yang tidak termasuk dalam lainnya) yang naik 39,37 persen.

"Sedangkan industri yang mengalami penurunan produksi terbesar adalah industri farmasi, obat dan obat tradisional yang turun 23,64 persen dan industri kendaraan bermotor yang turun 20,82 persen," ujar Misfaruddin, Sabtu (15/2/2020).

Ia menjelaskan untuk pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulan IV tahun 2019 naik sebesar 4,87 persen (q-to-q) terhadap triwulan III 2019.

"Industri yang mengalami kenaikan produksi tertinggi adalah industri alat angkutan lainnya yang naik 61,69 persen, sedangkan industri yang mengalami penurunan terbesar adalah industri farmasi, obat dan obat tradisional yang turun 24,41 persen," ujarnya.

Pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulan IV tahun 2019 (y-on-y) pada tingkat nasional naik 4,85 persen.

"Sedangkan pertumbuhan produksi industri manufaktur mikro dan kecil triwulan IV tahun 2019 (q-to-q), turun sebesar 0,24 persen," tukasnya. (MCR/Jef)

Video

Pengarahan Gubernur Riau Mengenai Penanganan Covid-19

Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 Bersama Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Se Provinsi Riau

Gubernur Corner (19 September 2020)

Berita Terkait