Kamis, 7 Safar 1442 H | 24 September 2020

Info

PEKANBARU - Menjelang musim kemarau yang sudah menghampiri, langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus dilakukan sejak dini. Langkah ini dinilai penting, karena dengan antisipasi sejak dini dapat mengeliminir dan meminimalisir ancaman jerebu. 
    
Poin tersebut dilakukan dengan didukung peralatan dan sarana penunjang untuk mengantisipasi ancaman karhutla. Dimana untuk peralatan yang diperlukan sebagian sudah didistribusikan ke kabupaten/kota di Riau. 
   
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Riau Edwar Sanger menilai hal itu memang menjadi perhatian ekstra. Apalagi Provinsi Riau sudah menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Riau tahun 2020 beberapa waktu lalu. 

“Kita tentunya terus melakukan pengawasan dan berkoordinasi dengan daerah. Selain utu bantuan peralatan jugaudah didistribusikan ke kabupaten/kota di Riau,” paparnya. 
    
Dengan kondisi itu, seluruh daerah termasuk daerah rawan karhutla untuk dapat bersiap dan melakukan antisipasi dini. Dengan sinergitas dan koordinasi diharapkan angka karhutla di tahun 2020 dapat ditangani secara maksimal dan berkurang dibanding tahun lalu.
   
Selain itu langkah penangan lain yang dilakukan juga dengan mengoptimalkan bantuan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang sudah diusulkan baru-baru ini. Diharapkan juga tahun 2020 masyarakat terbebas dari ancaman jerebu yang sempat menarik perhatian tahun 2019 lalu.(MCR/mz)

Video

Pengarahan Gubernur Riau Mengenai Penanganan Covid-19

Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 Bersama Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Se Provinsi Riau

Gubernur Corner (19 September 2020)

Berita Terkait