Selasa, 18 Zulhijjah 1442 H | 27 Juli 2021

PEKANBARU - Wakil Ketua DPRD Riau, Hardianto akhirnya meluruskan persoalan polemik yang terjadi dengan PT Lippo Karawaci, pengelola Hotel Aryaduta Pekanbaru.  Menurutnya pihak pengelola tidak menghargai pemprov selaku pemilik dengan tidak pernah mau hadir setiap bahas masalah MoU terkait deviden.

"Inikan kurang menghargai kita, tiap diundang oleh Komisi terkait dalam masalah pembahasan MoU masalah deviden yang dianggap tidak relevan lagi, tidak pernah hadir. Jadi sudah direkom ditutup saja, ini bukan operasionalnya yang ditutup. Tapi manajemen atau operatornya yang diganti," sebitnya, Jumat (21/03/2020) saat dikonfirmasi.

Ditegaskannya lagi, kalau operasionalnya yang ditutup, ini akan berdampak terhadap tenaga kerja yang ada.  Terutama banyak anak-anak Riau yang bekerja disana.  Kalau tutup akan menambah penggangguran.  Sementara pemerintah sedang giat-giatnya membuka lowongan pekerjaan.

"Tapi sekarang informasinya sudah ada kesepakatan perubahan MoU antara pemprov Riau dengan PT Lippo Karawaci. Mudah-mudahan ini ada titik temu yang baik antara ke dua belah pihak.  Terutama dalam menambah deviden yang pantas bagi pendapatan daerah," tambahnya.

Sebagaimana yang dimaklumi kontak kerjasama PT  Lippo Karawaci dalam mengelola hotel Aryaduta baru akan berakhir 2026 mendatang. 

Namun karena tidak ada itikat baik dari pengelola dalam merubah MoU dimana deviden yang diberikan minimal Rp 100 juta pertahun dari keuntungan untuk ditingkatkan. Muncul wacana untuk memutuskan hubungan kerja. (Ch) 

Video

Gubernur Riau Serahkan Bantuan Beras PPKM Secara Simbolis di Kota Pekanbaru

Semarak Takbir Pemerintah Provinsi Riau

Gubernur Riau Bagikan Bantuan PPKM 2021 Door To Door Di Kelurahan Cinta Raja

Berita Terkait

Harga Bahan Olahan Karet Rakyat di Riau Stabil

Senin, 26 Juli 2021 | 21:01:05 WIB

Gubri Targetkan Revisi RPJMD Riau Tuntas Satu Pekan

Senin, 26 Juli 2021 | 16:14:19 WIB

Besok Hari Terakhir Pendaftaran CASN

Ahad, 25 Juli 2021 | 12:54:22 WIB