Senin, 11 Syawwal 1441 H | 01 Juni 2020

Info

TELUK KUANTAN - Dari 9 Kabupaten/kota di Provinsi Riau yang akan menggelar Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada) secara serentak, 23 September 2020 mendatang, ternyata Pilkada di Kabupaten Kuantan Singingi dianggap paling rawan.

Hal ini berdasarkan hasil launching survei Bawaslu Pusat yang dilakukan 25 Februari lalu di Jakarta.

"Untuk Pilkada kabupaten/kota di Riau, Kuansing menempati peringkat teratas dalam hal kerawanan," ujar Komisioner Bawaslu Kuansing,Teddy Niswansyah , kepada Wartawan, Jumat (28/2/2020).

Bahkan untuk tingkat Sumatera kata Teddy yang juga hadir saat acara launching tersebut , Pilkada Kuansing masuk dalam 10 besar Pilkada yang rawan.

Hasil ini berdasarkan survei yang dilakukan Bawaslu Pusat pada periode Oktober tahun 2019 sampai dengan Februari 2020. 

Pihak yang disurvei yaitu KPU Kuansing, Bawaslu Kuansing, elemen media massa dalam hal ini PWI Kuansing dan pihak kepolisian di Kuansing.

Dari hasil survei tersebut, Kuansing masuk dalam kategori level 5. 

Teddy mengatakan, dalam mengukur indeks kerawanan pemilu (IKP) hanya sampai level 6. Semakin tinggi level itu, maka semakin rawan Pilkada tersebut.

Pilkada Kuansing, katanya, masuk level 5 dengan score 57,02.

"Kalau level 1 dan 2 itu, kerawanan rendah. Kalau 3 dan 4 itu sedang. Kalau level 5, sudah rawan. Kalau level 6, paling rawan," kata Teddy menerangkan arti setiap level IKP.

Penentuan level dan score tersebut berdasarkan hasil survei kepada pihak yang disurvei. Teddy mengatakan ada empat dimensi dalam survei tersebut yakni dimensi Konteks Sosial Politik, dimensi Penyelenggaraan Pemilu Bebas Adil, dimensi Kontestasi dan dimensi Partisipasi Politik.

Dari hasil survei, dimensi Konteks Sosial Politik Pilkada Kuansing memiliki score 64.55. Dimensi Penyelenggaraan Pemilu Bebas Adil mendapatkan score 54,47. Dimensi Kontestasi mendapat score 47,67 dan dimensi Partisipasi Politik dapat score 69,45.

"Jadi dari empat dimensi itu muncullah Pilkada Kuansing masuk dalam level 5 yakni rawan," terangnya.

Teddy mengatakan hasil survei Bawaslu Pusat ini menjadi bahan masukan untuk penyelenggara, pengawas Pilkada Kuansing 2020. Juga semua pihak.

IKP Pilkada 2020 ini akan mempengaruhi penyusunan program, strategi dan kebijakan dalam pelaksanaan pengawasan Pilkada di Kuansing kedepan. IKP Pilkada 2020 juga menjadi bahan proteksi dini terhadap kerawanan yang dapat muncul di Pilkada 2020.

"Bawaslu Kuansing mengajak semua pihak, Pemda, Legislatif, Kepolisian, Kejaksaan, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, stake holder dan segenap masyarakat untuk mensukseskan dan mengawal Pilkada 2020 di Kuansing" kata Teddy. (MCR/US)

Video

Konferensi Pers Update Covid-19 ( 28 Mei 2020) di Provinsi Riau

Konferensi Pers Update Covid-19 ( 27 Mei 2020) di Provinsi Riau

Konferensi Pers Update Covid-19 ( 22 Mei 2020) di Provinsi Riau

Berita Terkait