Selasa, 21 Safar 1443 H | 28 September 2021

PEKANBARU - Jika tak ada aral melintang, dalam waktu dekat Yayasan Abdurrab akan menggelar kegiatan besar. Tak tanggung-tanggung, tak hanya satu kegiatan namun dua agenda sekaligus.

CEO Abdurrab Foundation Susiana Tabrani mengatakan adapun dua acara besar yang dimaksud adalah seminar internasional dan juga kuliah internasional dan diskusi budaya ilmu.

"Untuk acara seminar internasional akan digelar pada tanggal 11 Maret 2020, sedangkan kuliah internasional dan diskusi budaya ilmu akan dilaksanakan pada tanggal 12 Maret 2020. Acara akan dilaksanakan di Ballroom Susiana Tabrani Convention Hall, Jalan Bakti Pekanbaru, Riau," ujar Susiana, Senin (2/3/2020).

Ia menjelaskan untuk seminar internasional dengan tema "Alam Melayu: Sejarah, Warisan dan Perjuangan Identitas" ini menghadirkan  lima pemateri dengan keahlian di bidang masing-masing.

"Yang pertama adalah Budayawan dan Sastrawan Riau, Rida K Liamsi, selanjutnya akademisi dan pengajar di Fatoni University selatan Thailand, Dr Phaosan Jahwae, kemudian Budayawan Melayu Champa Vietnam, NIk Mansor Nik Halim, Akademi Jawi Malaysia, Moh. Syukri dan Pembina implementasi nilai RAB values di Universitas Abdurrab dan Abdurrab Islamic School Pekanbaru Riau, Khairul Ashdiq," katanya.

Sementara itu, dalam kuliah internasional yang mengangkat tema "Budaya Ilmu: Asas Kebangkitan Peradaban dan Tantangannya" ini akan diisi oleh Prof DR Wan Mohd Nor Wan Daud. 

"Beliau merupakan Chairholder Pemikiran Islam Syed Muhammad Naquib Al-Attas, Raja Zaritf Sofiah (RZS) CASIS Universitas Teknologi Malaysia (UTM)," terangnya.

Lebih lanjut Susiana menjelaskan latar belakang diselenggarakannya seminar internasional ini adalah untuk mewujudkan visi Yayasan Abdurrab yang ingin mengembangkan pendidikan dengan budaya ilmu berbasis iman, adab, manfaat, dengan mengambil inspirasi dari warisan nilai-nilai Melayu-Islam. Acara ini juga diadakan sebagai upaya realisasi dari cita cita Yayasan Abdurrab untuk menyelamatkan generasi bangsa melalui pendidikan.

"Kami meyakini bahwa Islam sangat komprehensif termasuk dalam kajian alam Melayu yang semenjak pengaruh sekular dalam dunia pendidikan mengakar di masyarakat telah dijadikan sebatas bidang budaya tanpa dirasakan bahwa tanggung jawab dan perhatian kita terhadap bangsa, budaya dan bahasa adalah memperjuangkan agama kita itu sendiri. Dan kita tahu perkembangan sejarah dan peradaban bangsa-bangsa di Alam Melayu tak dapat dipisahkan dari islam," terangnya.

Sementara itu, Pembina Center for Internalization and Implementation of RAB Value Khairul Ashdiq menjelaskan target sebagai peserta seminar adalah semua masyarakat tetapi memberikan tumpuan kepada kalangan akdemisi mengingat peran penting mereka di tengah masyarakat, termasuk aktivis dan budayawan Melayu Riau.

"Pejabat dan birokrat yang memiliki peran strategis menentukan hala tuju masyarakat kita di Riau ini tentu sangat perlu duduk dalam majelis ini agar kebijakan-kebijakan yang dihasilkan tidak sekedar capaian fisik semata tapi juga jiwa dan pemikiran masyarakat hendaknya," ungkapnya.

Khairul menyampaikan untuk pemesanan tiket bisa menghubungi nomor panitia 0822 6748 2897. 

"Untuk biayanya bagi masyarakat umum yaitu Rp80.000. Sedangkan untuk mahasiswa hanya dikenakan biaya Rp50.000. Peserta akan mendapatkan sertifikat untuk acara ini," tukasnya. (MCR/Jef)

Video

Gubernur Corner

Ramah Tamah Pemprov Riau Dan Pemberian Bonus Untuk Atlet Berprestasi Leani Ratri Oktila

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Berita Terkait

Inilah Aplikasi Antisipasi Gelombang Tiga COVID-19 Polda Riau

Selasa, 28 September 2021 | 07:51:25 WIB

Kementerian ESDM Sampaikan Dampak Kegiatan PETI

Senin, 27 September 2021 | 19:49:26 WIB

Gubri Ikuti Dialog Minerba Bersama Media dan Generasi Muda

Senin, 27 September 2021 | 16:22:33 WIB

Gubri Buka Kejurda Sepak Bola U-16

Senin, 27 September 2021 | 10:18:52 WIB