Rabu, 18 Zulqaidah 1441 H | 08 Juli 2020

Info

DUMAI - Langkah penanganan nebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan secar simultan dan berkelanjutan. Dalam mengoptimalkan peran tersebut, seluruh stakeholder bersinergi melakukan langkah penanganan di beberapa lokasi karhutla.

Seperti kasus Karhutla di Kota Dumai yang sempat menjadi perhatian. Saat ini tercacat seluas 55,3 hektar lahan yang terbakar. Luas itu bertambah dari hari sebelumnya, Minggu (1/3/2020) kemarin sekitar 51,3 hektar.

Kepala BPBD Kota Dumai, Afri Lagan mengatakan, pihaknya terus melakukan penanganan secara berkelanjutan bersama stakeholder terkait. Tim gabungan TNI Polri, BPBD, Manggala Agni, Regdam, Masyarakat Peduli Api dan bantuan perusahaan swasta masih terus melalukan upaya pendinginan di lokasi Karhutla.

"Selain itu langkah dukungan juga diberikan dari pihak swasta. Dimana 2 Heli Water Bombing Superpuma, dan 2 Alat Berat Arara Abadi APP Sinarmas Padamkan Karhuta 3 Kabupaten di Riau," ujarnya, Senin (2/3/2020).

Hal ini dilakukan sesuai Permintaan Satgas Udara dan Darat Karhutla Provinsi Riau dan Kabupaten PT Arara Abadi-APP Sinar Mas diminta membantu padamkan karhutla diluar konsesi perusahaan. Humas PT Arara Abadi Nurul Huda mengatakan, pihaknya tentunya sangat mensuport upaya penanganan karhutla di Riau.

Untuk armada Heli WB Superpuma PK DAN (Warna Merah) diturunkan untuk melakukan water bombing di Pulau Rangsang Kabupaten Teluk Meranti. Kemudian heli WB Superpuma PK DAI (Warna Putih) untuk memadamkan Karhutla di Luar Konsesi di Sei Benual Kabupaten Siak.

Selain itu Dua alat  berat dan 1 Group Pasukan Pemadam Arara Abadi sesuai permintaan Pemda/BPBD Pelalawan, padamkan karhutla di Pulau Muda Kabupaten Pelalawan. Diharapkan dengan sinergitas tersebut langkah penanganan karhutla dapat lebih maksimal. (MCR/mz)

Video

Update Covid-19 ( 2 Juli 2020 ) di Provinsi Riau

Updet Covid-19 ( 1 Juli 2020 ) di Provinsi Riau

Update Covid-19 (29 Juni 2020) di Provinsi Riau

Berita Terkait