Senin, 11 Syawwal 1441 H | 01 Juni 2020

Info

Kadis Pertanian Kuansing, Ir. Emerson

TELUKKUANTAN - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Kuantan Singingi terus melakukan pemberian Vaksin rabies terhadap Hewan Penular Rabies (HPR).

Hal ini disampaikan Kepala Distan Kuansing, Emerson kepada Wartawan saat menanggapi kasus Adelio, bocah tiga tahun asal desa Sawah, Kecamatan Kuantan Tengah, yang menjadi korban gigitan anjing gila beberapa waktu lalu.

Sedangkan terhadap anjing gila yang menggigit Adelio, Emerson mengaku telah menurunkan tim untuk memburu anjing tersebut.

"Kami sudah turunkan tim untuk memburu anjing tersebut. Sejak kejadian, tim langsung bergerak, cuma sampai sekarang belum ketemu. Kemungkinan anjing dari daerah lain yang datang ke Sawah," ujar Ir. Emmerson, kepada Wartawan, Selasa (3/3/2020) di Telukkuantan.

Dikatakan Emmerson, pihaknya belum bisa memastikan apakah anjing tersebut terkena rabies atau tidak. Untuk memastikan itu, pihaknya perlu menangkap anjing tersebut.

"Nanti diobservasi dulu, apakah dia tertular rabies atau tidak. Tapi, biasanya kalau anjing sudah mengejar orang, lalu menggigit, umumnya terkena rabies," ujar Emmerson.

Pihaknya bersama Pemerintah Desa Sawah telah bekerjasama dalam mencari anjing tersebut. 

Kemudian Emerson juga mengatakan jika 80 persen HPR sudah divaksin rabies, tinggal 20 persen lagi. 

"Kita sudah berupaya agar masyarakat mau hewan peliharaannya divaksin. Itu, untuk kesehatan hewan juga," ujar Emmerson.

Para pemilik anjing di Desa Sawah, lanjut Emmerson, enggan anjingnya divaksin dengan beberapa alasan. Terutama, anjing tersebut digunakan untuk berburu babi.

"Kata mereka, kalau divaksin, nanti karakter anjing berubah. Padahal tidak. Vaksin rabies tidak mengubah karakter anjing. Hanya saja, siap vaksin, biasanya anjing tersebut demam selama tiga hari. Setelah itu, sehat kembali. Alasan yang lain, mereka mengaku anjingnya diikat dan tidak berkeliaran," papar Emmerson.

Kasus anjing gila di Kuansing terbilang langka. Sejak beberapa tahun terakhir, baru satu kasus yang muncul. Menurut Emmerson, hal itu tidak terlepas dari upaya Pemkab Kuansing dalam melakukan pencegahan.

"Setiap tahun, kita selalu vaksin HPR. Kita punya tim, punya dokter hewan yang langsung melakukan vaksinasi ke lapangan. Bagi masyarakat yang punya hewan peliharaan, seperti anjing, kucing atau kera, kalau mau vaksin, silahkan datang ke dinas," kata Emmerson. (MCR/US)

Video

Konferensi Pers Update Covid-19 ( 28 Mei 2020) di Provinsi Riau

Konferensi Pers Update Covid-19 ( 27 Mei 2020) di Provinsi Riau

Konferensi Pers Update Covid-19 ( 22 Mei 2020) di Provinsi Riau

Berita Terkait