Jumat, 18 Sya'ban 1441 H | 10 April 2020

Info

PEKANBARU - Langkah antisipasi dan penanganan kebakaran hutan dan lahan terus dilakukan secara simultan. Hal ini terlihat dengan telah disemaikan ya 800 kg NaCl atau garam di beberapa daerah di Riau.  

Upaya itu dilakukan untuk memaksimalkan tekhnologi modifikasi cuaca guna menimbulkan hujan buatan. Khususnya di daerah-daerah yang dinilai rawan dan ditemukan titik panas dan titik api.

Kepala pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, Edward Sanger mengatakan, pihaknya terus melakukan pemantauan secara berkelanjutan. Untuk hujan buatan pihaknya telah menyamai garam di udara, area semai dipusatkan di daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, Bengkalis dan Siak.

“Kita sudah mulai penyemaian NaCl atau garam yang mencapai 800 Kg. Saat ini sisa garam yang ada sebanyak 11.200 Kg,” paparnya, Senin (23/3/2020).

Diharapkan dengan langkah tersebut dapat berimbas positif dengan turunnya hujan dan memadamkan Karhutla di sejumlah daerah di Riau. Untuk langkah penanganan langsung dilakukan dari darat dan udara.

Untuk satgas udara yakni dengan tiga unit helikopter, bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang sudah melakukan water boombing sebanyak 36 ribu liter. Selain itu helikopter bantuan dari BNPB yang telah melakukan water boombing sebanyak 67 ribu liter. Dan satu unit helikopter lagi sebanyak 1,5 juta liter yang telah melakukan water bombing.

Untuk angka karhutla, hasil inventarisir luas lahan yang terbakar di Riau akibat Kebakaran hutan dan lahan di Riau sudah mencapai 885,03 hektare.

"Diharapkan dengan langkah antisipasi dan penanganan, kasus karhutla dapat berakhir di Riau," pungkasnya. (MCR/mz)

Video

Ucapan Terima Kasih Gubernur Riau Kepada Insan Pers

Dari Gubernur Riau Untuk Tenaga Pendidik

Update Corona Provinsi Riau || 4 April 2020

Berita Terkait