Senin, 11 Syawwal 1441 H | 01 Juni 2020

Info

PEKANBARU - Juru Bicara (Jubir) Penanganan Covid-19 Provinsi Riau, dr. Indra Yovie meminta masyarakat untuk terbuka jika mendapati diri memiliki gejala Covid-19.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa Covid-19 bukanlah aib, jika terdeteksi Covid-19 atau Pasien Dalam Pengawasan (PDP) jangan disembunyikan. Karena akan merugikan keluarga sendiri.

"Justru terbuka dan harus disampaikan demi melindungi keluarga dan lingkungan sekitar" katanya saat Conferensi Pers di Gedung Daerah, Selasa (7/4/2020).

Ia juga berpesan, jangan menanam stigma negatif terhadap diri sendiri. Terbuka kepada dokter supaya bisa dianalisa dengan baik merupakan langkah yang harus dipilih.

"Jika tidak ada keterbukaan dengan dokter, maka doketer tidak bisa mengetahui apakah PDP atau terjangkit Covid-19," ucapnya.

Lanjutnya, jika seseorang tidak menyampaikan keterangan dengan jujur, maka hal itu dikhawatirkan berisiko terhadap lingkungan sekitar.

Dalam kesempatan itu juga, ia menyampaikan jangan keluar rumah jika tidak penting. Sebab, hal itu merupakan salah satu upaya dalam pemutusan penyebaran Virus Corona.

Ia melihat dengan kondisi pergerakan PDP dan kasus positif Corona di Riau semakin meningkat, dr. Yovie berpesan untuk selalu menggunakan masker, melakukan social distancing yang kuat, serta dirumah saja.

Untuk diketahui, saat ini total PDP akumulatif di Provinsi Riau sebanyak 174 orang, 80 diantaranya sudah dipulangkan dengan hasil swab negatif.

Sementara itu, pasien yang diisolasi sebanyak 87 orang. Sedangkan PDP yang meninggal dengan hasil swab belum keluar berjumlah 7 orang. 

Untuk 77 sample yang masih berada di pusat, dr. Yovie mengaku masih menunggu hasilnya keluar. (MCR/NV)

Video

Konferensi Pers Update Covid-19 ( 28 Mei 2020) di Provinsi Riau

Konferensi Pers Update Covid-19 ( 27 Mei 2020) di Provinsi Riau

Konferensi Pers Update Covid-19 ( 22 Mei 2020) di Provinsi Riau

Berita Terkait