Jumat, 20 Zulqaidah 1441 H | 10 Juli 2020

Info

PEKANBARU - Kota Dumai dikhawatirkan akan mengalami peningkatan jumlah kasus terferivikasi Covid-19, sebab berada diurutan kedua setelah Kota Pekanbaru dengan jumlah kasus terbanyak.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara (Jubir) Covid-19 Provinsi Riau, dr. Indra Yovi saat mengadakan rapat bersama Gubernur Riau dan Wakil Gubernur Riau di Kediaman Gubernur Riau, Minggu (19/4/2020).

Lebih lanjut, Yovi mengimbau agar Pemerintah Kota (Pemko) Dumai untuk segera mengajukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) demi menekan angka tersebut.

Menurutnya, PSBB harus diberlakukan di Dumai mengingat angka positif Corona semakin tinggi karena diprediksi penularan Corona akan sangat cepat setelah terdapatnya kasus positif di Dumai yakni pasien ke 27 yakni S (54) yang memiliki riwayat perjalanan dari daerah terjangkit, yaitu Bekasi.

Kemudian pasien 28 yakni K (46) yang memiliki kontak erat dengan pasien S. Sedangkan pasien 29 yakni DYA (2) satu-satunya balita yang terkonfirmasi Corona, ia juga memiliki kontak erat dengan pasien S.

"Itu sebabnya Dumai harus mengajukan PSBB demi mencegah penularan Covid-19," lanjutnya.

Saat ini, Kota Dumai memilili Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 617 orang, dari total keseluruhannya 1.059 orang, namun 442 orang lainnya sudah selesai pemantauan.

Sementara itu, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 20 orang dari total keseluruhan sebanyak 34 orang, 2 orang lainnya sudah dipulangkan dan dinyatakan sehat dan pasien meninggal dunia sebanyak 2 orang. 

"Sedangkan kasus positif Covid-19 sebanyak 6 orang yang masih dirawat," tutupnya. (MCR/NV)

Video

Penandatanganan Nota Kesepakatan Aplikasi Monitoring Data Bantuan Sosial

Update Covid-19 ( 8 Juli 2020 ) di Provinsi Riau

Update Covid-19 ( 2 Juli 2020 ) di Provinsi Riau

Berita Terkait