Jumat, 10 Safar 1443 H | 17 September 2021

PEKANBARU - Masalah ketahanan pangan menjadi pembahasan serius saat negeri ini menghadapi sejumlah tantangan dalam memenuhi pangan masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Tidak hanya dari sisi produksi, kebijakan masyarakat untuk memaksimalkan kegiatan dari rumah, menjadi tantangan tersendiri bagi pendistribusian pangan masyarakat.

Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) siap mendukung langkah pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pangan utama, khususnya beras. Ketua Bidang Kemaritiman, Pertanian, Kehutanan & Lingkungan Hidup BPP HIPMI Robert Muda Hartawan menyatakan, siap mendukung pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pangan domestik melalui pengembangan sektor pertanian.

“HIPMI di 34 provinsi siap mendukung pemenuhan kebutuhan pangan pemerintah, khususnya beras dan produk sembako lainnya. Kami pastikan mampu memasok kebutuhan pangan masyarakat dengan konsep pertanian terpadu, seperti meningkatkan kolaborasi bidang bisnis, investasi, serta usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM)," tuturnya, Senin (20/4/2020).

Oleh karena itu, lanjut Robert, pihaknya menghimbau kepada pemerintah mendukung produsen bahan pangan untuk tetap bisa beroperasi, baik petani, nelayan, maupun peternak. Khususnya melalui kredit usaha rakyat (KUR). Pasalnya, sejak adanya pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), mengakibatkan kebanyakan masyarakat tidak dapat bekerja dan memperoleh penghasilan sebagaimana mustinya.  

Meskipun demikian, untuk mendorong peran serta pengusaha, pihaknya mengharapkan pemerintah memberikan keberpihakan dan dukungan insentif bagi pengusaha untuk mengembangkannya dengan memastikan ketercukupan pasokan bahan pangan. Lalu memastikan jalur distribusi yang memadai dan terjangkau, sehingga bisa memangkas biaya logistik. Termasuk intervensi pemerintah dalam menjamin keamanan dan kenyamanan jalur distribusi yang dipastikan akan menghilangkan ekonomi biaya tinggi.

“Sehingga, ke depannya dapat mendukung ketercukupan pasokan bahan pangan di daerah bahkan nasional. Lock down di beberapa negara mengakibatkan importasi kebutuhan pangan terganggu, maka kita harus fokus pemenuhan kebutuhan bahan pangan dari dalam negeri," tuturnya lagi. (MCR/mz) 

Video

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner

Penandatanganan Nota Kesepakatan Tentang Rancangan Awal Kebijakan Umum

Berita Terkait

APBD-P 2021 Riau Ditargetkan Akhir September Disahkan

Jumat, 17 September 2021 | 16:27:12 WIB

Siap-siap, KASN Izinkan Evaluasi Pejabat Pemprov Riau

Jumat, 17 September 2021 | 09:17:54 WIB

Tahun Ini DLHK Riau Bangun 100 Sekat Kanal di Tiga Daerah

Kamis, 16 September 2021 | 21:24:06 WIB

Gubri Harap Penggawa Melayu Riau Jaga Marwah Negeri

Kamis, 16 September 2021 | 13:28:33 WIB