Jumat, 12 Rabiul Akhir 1442 H | 27 November 2020
A generic square placeholder image with rounded corners in a figure.

PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar menyebut Kota Dumai dan Kabupaten Bengkalis sudah membuat proposal ke Menteri Kesehatan (Menkes) untuk pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di daerah masing-masing. 

Langkah ini diharapkan akan segera diikuti tiga daerah lainnya Siak, Kampar, dan Pelalawan yang berbatasan langsung dengan Pekanbaru, yang sudah terlebih dahulu menetapkan status PSBB.

"Kita sudah membuat proposal ke Menkes untuk menyetujui PSBB Dumai dan Bengkalis. Kami mengimbau kepada Kabupaten lainnya, Siak, Kampar, dan Pelalawan ikut mengajukan PSBB,” kata Gubri, Senin (20/4/20).

Pengajuan PSBB oleh Dumai dan Bengkalis dinilai sudah tepat. Pasalnya, melihat tingginya jumlah pasien positif, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) termasuk Orang Dalam Pengawasan (ODP), terutama Kota Dumai yang sudah masuk kategori zona merah atau daerah terjangkit. 

Karena itu, permohonan kepada Menkes untuk menetapkan PSBB di kedua daerah tersebut diharapkan, dalam waktu tidak lama sudah disetujui. 

"Kalau bisa segera ditetapkan menjadi PSBB," ujar Gubri.

Adapun menyinggung soal pelaksaan PSBB di Pekanbaru yang dinilai masih banyak perlu pembenahan, menurut mantan Bupati Siak ini, masih banyak kekurangan-kekurangan yang harus di selesaikan oleh Pemko Pekanbaru, dalam menjalani PSBB. Untuk itu perlu mengevaluasi hasil PSBB yang sudah berjalan selama 4 hari ini. 

“Jadi siang ini bersama Pemko mengevaluasi kita terhadap PSBB. Kemungkinan ada masukan dari kami. Kemungkinan ada persoalan yang di kota," ungkapnya.

Disinggung mengenai keluhan Diskes Kota Pekanbaru yang mengakui kekurangan tenaga kesehatan di area cek poin PSBB di Kota Pekanbaru, menurut Gubri dengan tegas menyampaikan, jika kekurangan bisa menyampaikan ke provinsi. Kemudian untuk tenaga kesehatan bisa meminta bantuan kepada relawan covid-19.

“Untuk tenaga kesehatan bukan harus yang menangani pasien di area cek poin. Yang terpenting ada alat thermo, untuk mengukur suhu badan setiap orang yang masuk ke Pekanbaru di area cek poin. Bisa saja minta ke relawan pun bisa, yang paling penting di setiap area cek poin ada petugas, menangani cek suhu, dan juga harus ada ambulan itu wajib,” tegas Gubri.

"Selain itu, ada wilayah yang banyak PDP atau masuk zona merah, ini dilakukan pengawasan terhadap warga lebih tegas lagi, agar penyebaran covid tidak berkembang ke mana-mana,” tutup Gubri lagi. (MCR/mtr)

Video

Selamat Hari Ulang Tahun Ke-75 Persatuan Guru Republik Indonesia Tahun 2020

Gubernur Riau Pimpin Rakor Penegakan Perda Nomor 4 Tahun 2020 Tentang Penyelenggaraan Kesehatan

Peletakan Batu Pertama Sentra Ekonomi Kreatif dan Budaya LAM Riau

Berita Terkait

Pasien Sembuh Covid-19 di Riau Terus Meningkat

Jumat, 27 November 2020 | 02:13:30 WIB

BPBD Riau Imbau Masyarakat Waspada Bencana Banjir

Kamis, 26 November 2020 | 19:31:46 WIB

1.246 Spesimen Swab Diperiksa

Kamis, 26 November 2020 | 18:40:55 WIB

Hari Ini, Pasien Sembuh Bertambah 206 Jadi 16.775 Orang

Kamis, 26 November 2020 | 18:10:12 WIB

Program Bantuan Ibnu Sabil untuk Hermonedi

Kamis, 26 November 2020 | 17:24:52 WIB

Wagubri Kukuhkan TPAKD Kabupaten Kota se-Provinsi Riau

Kamis, 26 November 2020 | 16:09:37 WIB

Asisten I Setdaprov Riau Pimpin Rapat Bersama Komnas HAM

Kamis, 26 November 2020 | 13:45:04 WIB

Wagubri Hadiri Peringatan HUT ke-75 PGRI dan HGN 2020 

Kamis, 26 November 2020 | 13:12:03 WIB

Gubri: Saya Yakin Pelajar Riau Sukses Tingkat Internasional

Kamis, 26 November 2020 | 11:43:18 WIB