Senin, 13 Safar 1443 H | 20 September 2021

PEKANBARU - Melalui momen hari kartini 21 April, kaum ibu diharapkan dapat meningkatkan perannya selama pandemi Corona.

Regional Head of Agency Development Sequis, Fourrita Indah mengatakan bahwa permasalahan mengatur keuangan dihadapi oleh banyak orang terutama bagi mereka yang bertanggung jawab mengatur keuangan keluarga, dalam hal ini biasanya oleh Ibu. Permasalahan Ibu bekerja belum tentu lebih ringan dari mereka yang tidak bekerja.

Dikatakannya, jika saat ini para Kartini harus bekerja dari rumah sekaligus mengatur rumah tangga. Ia berpesan kepada ibu-ibu untuk tidak mejadikan hal ini sebagai beban, tetapi untuk menantang diri.

"Jika Ibu lain di luar sana bisa maka anda pun pasti bisa," ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, Pandemi COVID-19 belum usai sehingga para ibu masih harus tetap bekerja di rumah dan menjaga jarak. Saat Work From Home (WFH), sebagai Ibu, tentu diharapkan dapat menjadi andalan terutama soal mengatur angggaran keluarga.

Malahan banyak Ibu Rumah Tangga yang kreatif menggunakan keahliannya untuk menambah penghasilan keluarga, memanfaatkan jejaring mereka di lingkungan, sekolah anak, atau teman di media sosial untuk menjadi konsumennya.

“Justru Ibu yang bekerja dengan penghasilan tetap terkadang bingung mengatur keuangan. Kuncinya adalah pengeluaran tidak boleh lebih banyak dari pendapatan tiap bulan,” sebut Fourita.

Sebenarnya, saat WFH mbisa lebih berhemat karena tidak ada biaya transportasi, makan siang, atau pun kongko bersama teman di cafe usai jam kantor. Namun pada kenyataannya, banyak Ibu yang mengeluhkan justru banyak pengeluaran saat WFH dan mereka khawatir tidak cukup uang hingga gajian berikutnya.

Keuangan dirasa tidak cukup bisa terjadi saat WFH, salah satu penyebabnya adalah kebiasaan memenuhi keinginan anak untuk menyenangkan mereka. Perlu diingat anak mudah merasa bosan dan mudah terpengaruh oleh apa yang mereka lihat di media sosial atau mendengar keseruan dari teman-temannya sehingga ajarlah anak bahwa penting hidup sederhana dan tidak meniru orang lain.

Lalu apa yang disarankan oleh Fourrita, ia menyarankan para Ibu untuk belajar dari Kartini, yaitu memanfaatkan masa WFH untuk belajar dan mengevaluasi diri apakah kita sudah cerdas dalam mengatur keuangan. Adapun Kartini pada masanya harus dipingit karena terbentur oleh kebiasaan dan tradisi, tetapi semangatnya untuk belajar tidak surut meskipun ditentang oleh ayahnya sendiri. Ia

Katanya, jika Kartini tahu bagaimana memanfaatkan waktu saat dipingit maka kisah dan semangat Kartini bisa menjadi inspirasi kita perempuan  modern, terutama saat  kondisi pandemi COVID-19, yaitu mengubah pola pikir bahwa saat ini kita bukan sedang terjebak (stucked), tetapi sedang menyelamatkan diri dan anggota keluarga dari risiko terkena sakit.

"Tinggal bagaimana saat WFH dengan penghasilan yang ada, kita mampu mengaturnya agar cukup memenuhi kebutuhan dan dapat memanfaatkan waktu untuk tetap produktif," pungkasnya. (MCR/mz) 

Video

KONFERENSI PERS - INFORMASI DAN UPDATE PENANGANAN COVID-19 DI PROVINSI RIAU

Gubernur Corner

Penandatanganan Nota Kesepakatan Tentang Rancangan Awal Kebijakan Umum

Berita Terkait

Besok, Leani Atlet Paralimpiade Tokyo Akan Diarak

Sabtu, 18 September 2021 | 17:49:38 WIB

Gubri Harap Prestasi Catur Riau Ke Depan Bisa Lebih Baik  

Sabtu, 18 September 2021 | 15:05:35 WIB

Gubri Hadiri Acara Pelantikan Pengprov Percasi Riau

Sabtu, 18 September 2021 | 14:49:36 WIB

Peran TNI dan Polri Sangat Penting Dalam Penanganan COVID-19

Jumat, 17 September 2021 | 21:26:25 WIB

APBD-P 2021 Riau Ditargetkan Akhir September Disahkan

Jumat, 17 September 2021 | 16:27:12 WIB

Siap-siap, KASN Izinkan Evaluasi Pejabat Pemprov Riau

Jumat, 17 September 2021 | 09:17:54 WIB