Rabu, 14 Jumadil Akhir 1442 H | 27 Januari 2021

PEKANBARU - Melalui momen hari kartini 21 April, kaum ibu diharapkan dapat meningkatkan perannya selama pandemi Corona.

Regional Head of Agency Development Sequis, Fourrita Indah mengatakan bahwa permasalahan mengatur keuangan dihadapi oleh banyak orang terutama bagi mereka yang bertanggung jawab mengatur keuangan keluarga, dalam hal ini biasanya oleh Ibu. Permasalahan Ibu bekerja belum tentu lebih ringan dari mereka yang tidak bekerja.

Dikatakannya, jika saat ini para Kartini harus bekerja dari rumah sekaligus mengatur rumah tangga. Ia berpesan kepada ibu-ibu untuk tidak mejadikan hal ini sebagai beban, tetapi untuk menantang diri.

"Jika Ibu lain di luar sana bisa maka anda pun pasti bisa," ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, Pandemi COVID-19 belum usai sehingga para ibu masih harus tetap bekerja di rumah dan menjaga jarak. Saat Work From Home (WFH), sebagai Ibu, tentu diharapkan dapat menjadi andalan terutama soal mengatur angggaran keluarga.

Malahan banyak Ibu Rumah Tangga yang kreatif menggunakan keahliannya untuk menambah penghasilan keluarga, memanfaatkan jejaring mereka di lingkungan, sekolah anak, atau teman di media sosial untuk menjadi konsumennya.

“Justru Ibu yang bekerja dengan penghasilan tetap terkadang bingung mengatur keuangan. Kuncinya adalah pengeluaran tidak boleh lebih banyak dari pendapatan tiap bulan,” sebut Fourita.

Sebenarnya, saat WFH mbisa lebih berhemat karena tidak ada biaya transportasi, makan siang, atau pun kongko bersama teman di cafe usai jam kantor. Namun pada kenyataannya, banyak Ibu yang mengeluhkan justru banyak pengeluaran saat WFH dan mereka khawatir tidak cukup uang hingga gajian berikutnya.

Keuangan dirasa tidak cukup bisa terjadi saat WFH, salah satu penyebabnya adalah kebiasaan memenuhi keinginan anak untuk menyenangkan mereka. Perlu diingat anak mudah merasa bosan dan mudah terpengaruh oleh apa yang mereka lihat di media sosial atau mendengar keseruan dari teman-temannya sehingga ajarlah anak bahwa penting hidup sederhana dan tidak meniru orang lain.

Lalu apa yang disarankan oleh Fourrita, ia menyarankan para Ibu untuk belajar dari Kartini, yaitu memanfaatkan masa WFH untuk belajar dan mengevaluasi diri apakah kita sudah cerdas dalam mengatur keuangan. Adapun Kartini pada masanya harus dipingit karena terbentur oleh kebiasaan dan tradisi, tetapi semangatnya untuk belajar tidak surut meskipun ditentang oleh ayahnya sendiri. Ia

Katanya, jika Kartini tahu bagaimana memanfaatkan waktu saat dipingit maka kisah dan semangat Kartini bisa menjadi inspirasi kita perempuan  modern, terutama saat  kondisi pandemi COVID-19, yaitu mengubah pola pikir bahwa saat ini kita bukan sedang terjebak (stucked), tetapi sedang menyelamatkan diri dan anggota keluarga dari risiko terkena sakit.

"Tinggal bagaimana saat WFH dengan penghasilan yang ada, kita mampu mengaturnya agar cukup memenuhi kebutuhan dan dapat memanfaatkan waktu untuk tetap produktif," pungkasnya. (MCR/mz) 

Video

Penyuntikan Vaksinasi Covid-19 Di Provinsi Riau

Wakil Gubernur Riau Pimpin Rakor Bahas Rencana Vaksin Covid-19 dan Pengetatan Prokes

Wakil Gubernur Riau Hadiri Rapat Penanganan Covid-19 dan Rencana Pelaksanaan Vaksinasi

Berita Terkait

Bertambah 129, Ini Sebaran Kasus Covid-19 di Riau

Rabu, 27 Januari 2021 | 20:29:23 WIB

Masyarakat Riau Diharapkan Ambil Peran Kelola Blok Rokan

Rabu, 27 Januari 2021 | 16:50:24 WIB

Harga TBS Sawit Pekan Ini Rp2.117,60 per Kg

Rabu, 27 Januari 2021 | 11:34:28 WIB

10 Daerah di Riau Menerima Vaksin Corona

Selasa, 26 Januari 2021 | 23:23:37 WIB

Pemprov Sudah Terima 67.480 Vaksin Corona

Selasa, 26 Januari 2021 | 23:12:54 WIB

BPK Perwakilan Riau Lakukan 3 Jenis Pemeriksaan

Selasa, 26 Januari 2021 | 20:56:16 WIB

Ahmad S Udi Kembali Nahkodai AMSI Riau

Selasa, 26 Januari 2021 | 20:29:03 WIB